Home » Gresik » Pendidikan Gresik » Kadispendik Gresik Disandera Elemen Serikat Buruh
Master tukang, tutorial pertukangan

Kadispendik Gresik Disandera Elemen Serikat Buruh

Geger maraknya pungutan liar semakin riuh di kota Gresik, setelah melakukan aksi yang tidak di tanggapi secara serius oleh pemangku kebijakan. Elemen Buruh kembali melakukan aksinya, sore kemarin KASBI/SPBI menyandera kedispendik Gresik di kantornya kemarin.

Penyanderaan dilakukan karena pendemo menganggap orang nomor satu di dispendik itu tak menepati janji mengeluarkan surat instruksi pengembalian penarikan uang ilegal pada anak didik baru dan biaya-biaya daftar ulang pada siswa lama.

Aksi itu tidak hanya menyandera Wanda di ruang kerjanya, tapi peserta aksi juga menduduki kantor dispendik di Jalan Arif Rahman Gresik sehingga membuat para karyawan yang akan pulang kerja terhambat. Karena pintu utama kantor yang terbuat dari kaca itu disegel oleh para pendemo

Baca:  ASEAN School Games Voli Digelar Di Gresik

Aksi penyanderaan itu buntut demo KASBI-SPBI sejak sepekan terakhir. Saat itu pihak dispendik berjanji bakal menindaklanjuti SE Bupati Gresik yang melarang tarikan uang daftar ulang dan uang penerimaan siswa baru (PSB).

Menagih janji itu, Selasa (17/7) pagi, lima perwakilan aksi diantaranya A. Hakam, Mujiono, Agus Budiono, dan Najib menemui Kadispendik Wanda Metini. Namun, dalam pertemuan itu, lagi-lagi persoalan dilemparkan kepada anak buahnya karena Wanda sedang punya agenda di luar.

“Kami pun menunggu sampai Bu Wanda datang. Sekitar pukul 14.00 WIB, saat Bu Wanda datang, kami minta kejelasan untuk penarikan uang daftar ulang. Tapi dipersulit, akhirnya kami minta dituntaskan, sebelum pulang kerja,” ujar Mujiono.

Puluhan massa buruh pun memblokir pintu masuk. Sedangkan Kadispendik Wanda Metini yang hendak keluar ditahan. Akhirnya Wanda masuk ke ruangannya. Wanda bersama beberapa kepala bidang disandera selama hampir dua jam.

Baca:  Unas SMP Gresik, Empat Siswa Absen Karena Meninggal

Sekitar pukul 16.30 WIB, Wanda Metini menuntaskan surat perintah mengembalikan uang daftar ulang, uang masuk dan pungutan lain. Surat tersebut kemudian dibacakan korlap aksi Agus Budiono dihadapan massanya. Setelah puas tuntutannya dipenuhi, massa pun berangsur-angsur meninggalkan kantor dispendik. did. (sumber:surabaya pagi)
Editor: Gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *