Home » Gresik » Pendidikan Gresik » Pergunu: “Dinas Pendidikan Gresik Diskriminatif!”

Pergunu: “Dinas Pendidikan Gresik Diskriminatif!”

Dunia pendidikan Gresik mendapat kritik keras dari perguruan nahdatul ulama (Pergunu). Kendati alokasi dana untuk sektor pendidikan cukup besar tapi tak berimbas pada kesejahteraan para pendidik. Protes itu disampaikan sejumlah guru di hadapan anggota DPRD Gresik, Kamis (31/5). “Banyak guru berprestasi yang tak mendapat perhatian,” kata Sekretaris Pergunu Gresik, Jazuli kemarin.

Pernyataan Jazuli ini merespon penjelasan Ketua Komisi D Chumaidi Maun dalam rapat dengar pendapat yang digelar di DPRD Gresik. Besarnya  alokasi dana pendidikan Gresik mencapai 126 miliar rupiah. Ironisnya, angka miliaran rupiah ini tak cukup membuat guru tersenyum.
Bahkan guru berpretasipun kurang mendapat perhatian. “Banyak guru yang harus mencari uang saku sendiri untuk mengikuti lomba diluar kota, pada mereka membawa nama daerah,” kata Jazuli.

Sedangkan anggota Pergunu, Sugiono menambahkan bila ada semacam menganaktirian terhadap sekolah-sekolah swasta. Misalnya saja dalam pengajuan dana BOS (bantuan operasional sekolah) harus disertai dengan proposal pendamping.
Selain itu, bantuan berupa buku paket hanya insedentil. “Dulu kita pernah menerima buku paket matematika,tapi hanya sekali saja,” katanya.
Begitu pula dengan bantuan pembangunan sarana sekolah, hanya sekolah negeri yang dimanja. Chumaidi merespon, ada dana sebesar Rp 416 miliar yang diperuntukkan bagi belanja tidak langsung.

Sedangkan belanja langsung itu sebesar 126 miliar digunakan untuk biaya pendidikan gratis. Terkait dengan bantuan pembangunan untuk sarana sekolah diakui dari dispendik banyak sekolah yang dan merupakan sekolah negeri. Sebagai sekolah negeri, pemerintah berkewajiban membantu karena menjadi bagian dari aset. “Sedangkan swasta itu milik masyarakat, jadi kalau ada bantuan sifatnya hanya membantu saja,” kata Chumaidi.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Wanda Metini H membantah telah melakukan diskriminasi bantuan sekolah. Ini dibuktikan dengan disiapkannya dana sebesar Rp 57 milliar dari anggaran alokasi khusus untuk memperbaiki sebanyak 568 sekolah di Kabupaten Gresik. Perbaikan gedung tak hanya pada sekolah negeri tapi juga swasta.

Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki semua fasilitas sekolah tingkat SD dan SMP, baik yang tingkat kerusakannya sedang maupun parah. Dana tersebut juga akan digunakan untuk fasilitas penunjang lainnya di sekolah-sekolah negeri maupun swasta itu. Perbaikan sekolah akan mulai dilakukan pada awal tahun 2012 ini, serentak di seluruh wilayah Kabupaten Gresik yang mencakup sebanyak 16 kecamatan.

“Diharapkan dengan adanya rehabilitasi ini fasilitas penunjang pendidikan, baik sarana maupun prasara kualitas pendidikan lebih baik,” katanya.(rtn/ris) berita dikutip dari Radar Gresik

Kata Pencarian:

penggunaan dana BOS pendamping kabupaten gresik (1),sd yang baik di gresik (1)
logo pintu Pergunu: Dinas Pendidikan Gresik Diskriminatif!

Suarakan Pendapatmu

comments

About Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top