Home » Gresik » Pendidikan Gresik » Pungutan Biaya Seragam SMPN 4 Gresik Memberatkan Wali Murid
Master tukang, tutorial pertukangan

Pungutan Biaya Seragam SMPN 4 Gresik Memberatkan Wali Murid

Gresik – Barangkali seragam yang digunakan siswa SMPN Negeri 4 termasuk istimewa dan mahal. Sebab, untuk mendapatkan seragam tersebut, siswa yang baru masuk harus menebus seharga Rp 947 ribu. Besarnya biaya uang seragam ini dikeluhkan oleh sejumlah orang tua.

SMPN 4 Gresik melakukan pungli“Katanya sekolah tidak boleh jualan buku dan seragam. Kok sekarang di sekolah anak kami malah diharuskan membeli seragam. Untuk 4 stel baju
seragam sekolah, pramuka, dan olah raga harganya hampir sejuta rupiah. Padahal kalau membeli sendiri di luar harganya lebih murah,” kata salahsatu wali murid kepada Radar Gresik di rumahnya, kemarin.

Dikatakan, pihaknya sudah menanyakan pungutan seragam tersebut kepada pihak sekolah. Namun pihak sekolah beralasan bahwa uang seragam sudah dipungut sejak lama. “Begitu pula ketika ditanyakan terkait Permendiknas 60/2011 yang melarang sekolah memungut uang seragam, buku dan perlengkapan sekolah, pihak sekolah tetap pada keyakinannya bahwa tarikan itu tidak melanggar ketentuan,” kata wali murid yang juga aktivis LSM  ini.

Baca:  Pemilihan Calon Rektor Unmuh Gresik (UMG) Memanas

Hal senada disampaikan wali murid lainnya. Warga Kecamatan Kebomas ini mengeluhkan mahalnya biaya yang dikenakan kepada para murid baru.  Pasalnya, di sekolah tersebut setiap siswa dikenakan uang sebesar Rp 947 500. Uang itu menurut pengakuan salah seorang wali murid tersebut dikatakan oleh pihak sekolah sebagai uang seragam.

Menurut pengakuannya, uang itu wajib dibayar oleh setiap orang tua murid baru yang diterima di sekolah tersebut. “Kalau tidak mau bayar ya dianggap tidak jadi mendaftar di sekolah itu,” tandasnya. “Kalau seperti itu kan namanya sudah pemaksaan,” sambungnya.

Selain itu, jumlah sebesar itu juga dianggap oleh para orang tua murid terlalu mahal. Dengan uang sebesar itu orang tua hanya diberikan beberapa potong kain saja. “Jadi kita masih harus menjahitkannya lagi di luar sekolah,” ungkapnya. Tidak hanya itu, para orang tua murid juga merasa dalam
proses pembayaran uang tersebut, pihak sekolah juga sama sekali tidak menunjukkan tranparansi.

Sebab, dalam kuitansi itu tidak dicantumkan rincian dari pembelian kain seragam itu. “Kalau seperti ini kan sangat rawan sekali untuk melakukan
pungli,”tukasnya. Selain itu, mereka juga mengeluhkan mengenai adanya penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh pihak sekolah.

Baca:  SMAN 1 Kebomas Gresik Paksa Siswa Bayar Pungli

Sebab, mereka beranggapan dalam peraturan bupati, pihak sekolah dilarang memperjualbelikan buku apapun. “Tapi mereka selalu beralasan kalau yang menjual itu adalah koperasi,” tandasnya. “Sedangkan koperasi itu kan juga berada dibawah sekolah,” imbuhnya. Menanggapi hal itu, Kepala
sekolah SMPN 4 Gresik Moch Falach membantah jika dikatakan sekolah telah melakukan pemaksaan terhadap para siswa baru.

Menurutnya, semua biaya tersebut merupakan biaya sukarela. “Jadi mereka mau pesan terserah, tidak pesan pun tidak apa-apa,” kilahnya. Kendati demikian, Falach mengaku jika untuk biaya seragam sekolah yang dikenakan oleh sekolah memang sebesar itu. “Ya karena memang jenisnya ada banyak, dan itu saya kira lebih murah daripada sekolah lainnya. Sebab, di sekolah lainnya pasti juga ada tarikan seperti itu,” bebernya.

Baca:  Bupati Gresik Diminta Mencopot Kepala Sekolah Nakal

Mengenai uang LKS, Falah juga menolak mengakui jika dikatakan sekolah telah memperjualbelikan buku tersebut. Falah tetap beralasan jika hal itu merupakan wilayah dari koperasi siwa. Falah juga menolak jika dikatakan koperasi siswa tersebut berada di bawah sekolah. “Karena yang  mengelolanya itu kan para siswa sendiri,” kelitnya. (jan/ris) Radar Gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

3 comments

  1. seragam di pakai anaknya kok di ributkan to pak LSM, apa sekolah juga yg harus bayar seragam yg anak sampean pakai ??????????????????????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *