Home » Gresik » Pendidikan Gresik » Pungutan Liar pendidikan Masih Terjadi di Kabupaten Gresik
Master tukang, tutorial pertukangan

Pungutan Liar pendidikan Masih Terjadi di Kabupaten Gresik

Berita Gresik

Pendidikan Gresik – Laporan adanya pungutan daftar ulang di Gresik  tetap bermunculan. Kali ini, sejumlah sekolah di Gresik  Selatan dilaporkan menarik daftar ulang kepada siswanya hingga Rp 1 juta. Laporan itu sudah masuk ke Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, sepekan terakhir.laporan tentang pungutan liar bukan hal yang rahasia di kabupaten Gresik.

Pungutan liar telah menjadi bagian dari obyek bisnis dengan berbagai macam dalih, seperti administrasi, pembayaran kain seragam atau sumbangan pembangunan. Hal itu diakui Kepala Dinas Pendidikan Gresik Wanda Metini Hariej. Dia menyebutkan, tarikan itu dilaporkan oleh wali murid SMP 2 Cerme dan SMP 1 Bungah. “Kami diberi keluhan orang tua wali murid kalau kedua SMP itu menarik pungutan Rp sebesar Rp 700 ribuan,” ungkap Kadisdik.

Terkait laporan ini, pihaknya segera mengumpulkan seluruh kepala sekolah SD, SMP dan SMA kemarin Senin. Dalam pertemuan itu akan  dibicarakan terkait laporan pungutan daftar ulang. “Iya nanti sore semua sekolah reguler se Gresik akan saya undang rapat, tapi kalau tentang larangan memungut sudah sejak dulu saya sosialisasikan,” kata Wanda.
Wanda mengaku dirinya berungkali sudah meminta agar tidak melakukan bentuk pungutan apa pun dalam pendaftaran siswa baru. “Ternyata masih ada laporan dari wali murid yang mengaku ditarik dana tambahan dalam pendaftaran siswa baru, namun itu masih menunggu benar tidaknya tunggu hasil rapatnya ya,” imbuh mantan Sekretaris Disdik Gresik.

Baca:  Kabupaten Gresik Deklarasi Kota Pendidikan Inklusif

Wanda berjanji melakukan pengecekan kepada dua sekolah itu dan bila laporan pungutan itu benar, maka akan ditanyakan dana pungutan itu dipergunakan untuk apa. “Kalau memang ada pungutan saya mau nanya untuk apa, sebab kalau tidak sesuai aturan yang berlaku akan dikembalikan,” pungkasnya.

Sebelumnya Bupati Sambari Halim Radianto sudah menerbitkan Surat Edaran nomor 420/958/ 437.12/2012 tertanggal 5 Juli 2012 tentang Larangan Menarik Biaya Tambahan Daftar Ulang itu. Surat itu dikeluarkan untuk menanggapi adanya laporan dari sejumlah wali murid yang  mengeluhkan pungutan dalam pendaftaran siswa baru.

Namun praktek pungutan liar seperti benalu yang tak bisa dibasmi dari wajah pendidikan di kabupaten Gresik. Anehnya praktek seperti ini seperti dibiarkan tanpa penanganan, tanpa sanksi yang tegas dan tanpa prosedur yang jelas. Jelas praktek pungli ini akan terus menerima perlawanan dari masyarakat yang semakin terjepit dengan masalah ekonomi.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *