Home » Gresik » Pendidikan Gresik » SMPN 4 Gresik Diinvestigasi Dispendik Terkait Pungli Seragam
Master tukang, tutorial pertukangan

SMPN 4 Gresik Diinvestigasi Dispendik Terkait Pungli Seragam

Gresik – Sorotan dan isu dan publikasi tentang pungutan seragam di SMPN 4 Gresik membuat gerah jajaran dinas. Selain banyaknya pungutan liar yang telah terjadi diberbagai sekolah di Gresik, upaya membebani orang tua murid dilakukan dengan beragam cara. Padahal Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto sudah mengeluarkan edaran yang melarang berbagai punguntan ilegal.

dinas pendidikan gresikKhusus untuk menangani kasus pembelian seragam di SMPN 4, kepala dinas Pendidikan Gresik sudah menurunkan tim investigasinya. Jika terbukti menarik uang seragam, Dispendik meminta segera dikembalikan.

Dalam Permendiknas 60/2011, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik Wanda Metini Heriej mengatakan sekolah dilarang memungut biaya seragam, uang buku, dan kelengkapan belajar mengajar.

Baca:  Beasiswa S2 Untuk 225 PNS dari KOMINFO

Salah satu harian di Gresik yaitu Radar Gresik  memuat pernyataan Kepala Sekolah SMPN 4, Moch Falach yang membantah jika pembelian seragam masuk dalam kategori pungutan. Sekolah menyebut pembelian seragam itu sebagai kewajiban orang tua wali murid terhadap sekolah.

Namun Moch Falach menyatakan, jika Dispendik melarang penjualan itu, pihak sekolah akan mengembalikan uang yang sudah dibayarkan ke wali murid. “Itu untuk membuktikan jika pungutan itu memang tidak wajib,”tegasnya.

Kendati demikian, Falach menambahkan, jika uang itu hanya bisa diambil kembali oleh orang tua murid. Itu dilakukan, apabila mereka juga  mengembalikan potongan kain yang sudah diambil dari sekolah. Sehingga, untuk kain yang sudah jadi seragam, menurut Falach hal itu sudah tidak dapat dikembalikan lagi ke sekolah.

“Karena nanti kalau mau menjualnya kembali ke siswa lain atau orang lain akan sulit, sebab ukurannya sudah beda,”paparnya. Mengenai buku  Lembar Kerja Siswa, Falach juga menyangkal bila dikatakan orang tua murid harus membeli dari pihak sekolah. Sebab, Falach melanjutkan, pihak sekolah juga mempersilahkan para orang tua murid untuk mencari buku-buku LKS tersebut dari luar sekolah. “Sebab, dari awal tentang buku LKS itu kita sifatnya hanya menawarkan, dan yang mengelola itu juga bukan sekolah, melainkan koperasi siswa,”tukasnya.

Baca:  Pendidikan Gresik Memprihatinkan, Modus Jualan Buku Bebani Wali Murid

Selama ini memang dunia pendidikan telah banyak menjalin relasi finansial dengan berbagai produsen LKS dan penyedia perlengkapan pendidikan lainnya. Bahkan kerja sama itu sudah ada yang terjalin lama. Jika kebijakan pungli pendidikan dilakukan dengan ketat, niscaya banyak para produsesn seragam atau buku LKS yang sudah kontrak dengan sekolah akan kelimpungan.rdrgrsk/ad

 

 

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *