Home » Gresik » Pendidikan Gresik » Wali Murid di Gresik Demo Tolak Pungli dan Kapitalisme Pendidikan
Master tukang, tutorial pertukangan

Wali Murid di Gresik Demo Tolak Pungli dan Kapitalisme Pendidikan

Wali Murid di Gresik Demo Tolak Pungli dan Kapitalisme Pendidikan. Puluhan aktivis yang mengatasnamakan ‘Komite Pendidikan Gratis’ menggelar aksi demo di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Kamis (20/8). Mereka menolak praktik pungutan liar (pungli) di sekolah negeri yang ada di Gresik.

Perwakilan massa diperbolehkan masuk ke ruangan Pemkab Gresik untuk menyampaikan tuntutan secara jelas. Namun, mereka hanya ditemui Kepala Dinas Pendidikan Mahin dan Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Muh. Muafaq Wirahadi.

Pertemuan antara perwakilan aktivis dari mahasiswa dan LSM dengan perwakilan pemerintah sempat berjalan alot. Pasalnya, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kemenag Kabupaten Gresik terkesan cuci tangan.

Ketika perwakilan pengunjuk rasa menyebutkan masih ada sekolah negeri yang memungut biaya secara liar kepada wali murid, pihak Dinas Pendidikan justru mengaku tidak tahu.

Baca:  Jokowi Beri Penghargaan 6 Sekolah di Gresik

“Di SMP Negeri 2 Kebomas, sebesar Rp 1,850 juta, digunakan membayar seragam, buku-buku dan lain-lain. Begitu juga di SMP Negeri 1 Manyar dan SMP Negeri 3 Gresik, semuanya tidak ada kuitansi,” kata Budiono, anggota SPBI Kasbi, Kamis (20/8).

Diskusi alot tersebut akhirnya membuahkan beberapa kesepakatan. “Sekarang masih diketik draft hasil mediasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Mahin.

Mereka berangkat dari Bundaran Jalan Sumatra, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik sambil membentangkan spanduk dan poster.

“Kita disini berjuang untuk anak cucu kita. Dulu kita berjuang melawan penjajah. Sekarang kita berjuang melawan pelaku pungli pendidikan yang mencekik wali murid,” kata Abdul Hakam dalam orasinya.

Setelah berorasi beberapa menit, mereka berangkat ke Kantor Pemda Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, dengan dikawal ketat polisi.

Baca:  Gresik Akan Bentuk Dewan Riset Daerah

“Pendidikan dasar yang berhak dinikmati masyarakat tetapi di Kabupaten Gresik dijadikan ajang bisnis untuk menjual perlengkapan sekolah. Mulai seragam, buku, pensil, sampai kaos kaki diberi label sekolah. Sehingga siswa dilarang membeli di luar sekolah,” kata Haris Sofwanul Faqih, Ketua Pengurus Cabang PMII Kabupaten Gresik.

Aksi menolak kapitalisme pendidikan ini diikuti beberapa organisasi masyarakat yaitu PMII Gresik, serikat pekerja Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia-Konggres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (SPBI- Kasbi), LSM Masyarakat Gresik Peduli Kemanusiaan (MGPK), PGTTI Jatim dan wali murid. (tribunnews)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *