Home » Gresik » Perbaikan Jalur Gresik – Lamongan Terus Di Kebut
Master tukang, tutorial pertukangan

Perbaikan Jalur Gresik – Lamongan Terus Di Kebut

KEBOMAS GRESIK – Pemerintah terus melakukan penyelesaian peningkatan jalan di sejumlah titik di Kota Gresik. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi  arus mudik dan balik Lebaran tahun ini yang kurang 2 bulan lagi. Upaya itu dilaksanakan dengan menyelesaikan proyek pelebaran jalan atau  perbaikan jalan hingga penambahan rambu.

Perbaikan jalan ini seperti sebagian besar dilaksanakan di jalur Pantura mulai Kebomas hingga Duduksampeyan dan perbatasan dengan Kabupaten Lamongan. Jalur yang menghubungkan kabupaten Gresik dan Lamongan ini terlihat mulai ada aktifitas pekerjaan pelebaran jalan. Para pekerja
mulai mengebut dengan memakai peralatan berat agar dapat digunakan sebagai jalan alternatif. Seperti yang diungkapkan koordinator pekerja atau mandor proyek Rudi Sam.

Proses pelebaran jalan pantura yang merupakan jalan nasional itu sudah dilakukan sejak sepekan lalu. “Proses pengerjaan sudah kita mulai dari  pengukuran hingga kini penimbunan, dan kita harapkan selesai sebelum lebaran, sehingga nantinya bisa dimanfaatkan untuk arus mudik,” kata Rudi. Rudi menambahkan proses pengerjaan pelebaran jalan tahap pertama akan dilakukan sepanjang 900 meter, yakni mulai dari tikungan  Terminal Bunder, Kabupaten Gresik, hingga perbatasan SBPU menuju Kabupaten Lamongan.

Baca:  Gadis Kafe Menjadi Kurir Sabu di Gresik

“Untuk pelebaran jalan pantura sepanjang 900 meter, kita targetkan selesai sebelum lebaran, oleh karena itu akan kita kebut pengerjaanya pada siang dan malam hari,” ujarnya lagi. Sedangkan untuk pelebaran jalur pantura di sisi Kabupaten Lamongan, Sam mengaku pengerjaanya  direncanakan usai lebaran dan dilakukan selama enam bulan, sehingga pada saat arus mudik tidak menganggu arus lalu-lintas. Akibat pengerjaan pelebaran jalan pantura, arus lalu-lintas di kawasan Terminal Bunder Kabupaten Gresik menuju Kabupaten Lamongan mengalami kemacetan
sepanjang 2 km pada pagi dan sore hari. Seperti yang diungkapkan salah satu pengendara truk Dedy Setiawan.

Sang sopir ini mengharapkan agar proses pelebaran jalan di wilayah Pantura bisa dihentikan pada jam-jam sibuk seperti pada pagi dan sore hari  sehingga tidak menganggu arus lalu-lintas. Diharapkan agar tidak menimbulkan kemacetan akibat tersendatnya lalu lintas ditempat ini. “Kemacetan memang tidak bisa dihindari, namun pada jam-jam sibuk kawasan Pansiutura Kabupaten Gresik selalu dilintasi truk bermuatan berat, sehingga apabila ada pengerjaan pelebaran jalan, maka kemacetan bisa bertambah parah,” kata Dedy.

Baca:  Jalan Pantura Gresik Licin, Berlumpur, Membahayakan Pengguna Jalan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gresik, Bambang Isdianto menjelaskan, proyek pembangunan jalan di sepanjang jalur Pantura merupakan proyek pemerintah pusat. Sementara DPU Gresik hanya sebagai supervisi saja. “Namun demikian, kami tetap melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pengerjaan proyek tersebut. Kami juga berusaha agar proyek tersebut selesai sebelum musim arus mudik dan balik Lebaran tahun ini,” terang Bambang Isdianto. (san/ris) Radar Gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *