Home » Gresik » Politik Gresik » Aktifitas Pemkab Gresik Lumpuh Ditinggal Pelesir Massal
Master tukang, tutorial pertukangan

Aktifitas Pemkab Gresik Lumpuh Ditinggal Pelesir Massal

Aktifitas Pemkab Gresik Lumpuh Ditinggal Pelesir Massal. Bupati Sambari Halim Radyanto memimpin rombongan pemkab gresik ke Macau untuk menghadiri bidding (pemilihan) tuan Rumah Asian Games 2019. Hanya saja kepergian bupati ini menuai sorotan negatif. Bukan saja lantaran personel yang diajak tak kompeten tapi juga jumlahnya dinilai diluar kewajaran. Belum lagi, anggaran keberangkatan rombongan Sambari juga sangat misterius.

Sekedar diketahui rombongan yang dipimpin bupati Sambari bertolak menuju Makau pada Selasa (06/11) lalu. Mereka akan bergabung bersama tim bidding Asian Games dari Kemenpora serta Pemprov Jatim. Dalam kunjungan tersebut, Sambari mengajak begitu banyak pejabat dinas-dinas di lingkungan pemkab. Mayoritas pejabat itu adalah mereka-mereka yang tak ada kaitannya dengan Asian Games.

Diantara rombongan yang berjumlah sekitar 30 orang yang ikut menuju Makau adalah Sekkab M Nadjib, ketua DPRD Zulfan Hasyim, serta beberapa petinggi di dinas-dinas. Ada 14 pimpinan SKPD yang diajak. Itu belum termasuk rombongan dari kalangan lain. Tidak sedikit di antara mereka yang tak ada kaitannya sama sekali. Di antaranya Bagian Umum Sekkab, Bagian Perlengkapan, Dinas Kesehatan, DPPKAD (dinaspendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah). Juga ada lagi yang ikut adalah pimpinan dinas pertanian, badan penanaman modal dan perizinan,
hingga Dinas Kependudukan juga ikut-ikutan berangkat dalam rombongan.

Baca:  Pemkab Gresik Kucurkan Dana Rehab Rumah Gakin 2015

Dengan banyaknya rombongan SKPD yang ikut, membuat aktivitas kerja di Pemkab Gresik menjadi lumpuh. Seperti di kompleks layanan perizinan. Tidak sedikit para pegawai yang tidak berada ditempat. Tak hanya itu, beberapa agenda penting juga terbengkalai. Salah satunya adalah kelanjutan pembahasan 13 Raperda (rancangan peraturan daerah) gara-gara pelesir massal ini, para wakil rakyat di dewan mencakmencak.

Seluruh agenda pembahasan perda terpaksa dibatalkan. Sampai-sampai, kemarin, beberapa pimpinan pansus sampai mengkonfirmasi beberapa pejabat yang tengah berada di Makau. “Ini apa-apaan? Mau bidding apa pelesir? Kok yang diajak tidak ada hubungannya sama sekali. Semua rapat terpaksa kami batalkan,” ujar Uman SH, anggota pansus II.

Baca:  Jazilul Fawaid Mundur, Qosim Segera Didapuk Jadi Ketua DPC PKB Gresik

Bahkan, usai membatalkan rapat, Uman langsung mengontak beberapa pejabat yang tengah berada di Makau. Saat itu, dia menelpon Kabaghumas Andhy H Wijaya. Dari hasil pembicaraan lewat telepon tersebut, diketahui jika keberangkatan itu memang melibatkan banyak personel. Namun, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban detil seputar status para pimpinan SKPD yang ikut itu.

Termasuk soal sumber anggaran yang dipakai. Keberangkatan rombongan ini tidak memakai APBD. Kabarnya, mereka menggunakan duit pribadi untuk biaya keberangkatan. “Artinya, mereka (para kepala SKPD) berstatus bolos massal,” pungkas Uman kesal. (san/rtn/Radar Gresik/JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *