Home » Gresik » Politik Gresik » Anggaran Pemberangkatan Haji Dibuat Bancakan Eksekutif Gresik
Master tukang, tutorial pertukangan

Anggaran Pemberangkatan Haji Dibuat Bancakan Eksekutif Gresik

korupsi dana haji gresik
Sandhiarta/RadarGresik

Gresik – Alokasi anggaran pemberangkatan haji di Gresik sebesar Rp 454.110.500, diduga dibuat bancakan oleh eksekutif. Dugaan ini terungkap setelah Komisi D DPRD Gresik menggelar hearing dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Gresik, kemarin. Dana yang bersumber dari APBD 2012 diblejeti oleh Komisi D dengan membuka Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) di pos Sekretariat Daerah Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tersebut.

Ketua Komisi D, Chumaidi Maun menjelaskan, pihaknya banyak menemukan anggaran yang dicurigai fiktif. “Kekhawatiran kita kalau anggaran fasilitasi pemberangkatan haji jadi bancakan mendekati kebenaran. Makanya mulai awal, kita tidak setuju ada anggaran ini,” tandas Chumaidi Ma’un.

Disebutkan, alokasi anggaran untuk penggadaan 60 bus sebesar Rp 150 juta atau masing-masing Rp 2,5 juta. “Saya sudah keliling cek harga sewa bus paling bagus hanya sebesar Rp 2 juta perhari,” imbuhnya. Anggaran lain yang dicurigai fiktif yakni pengadaan 300 potong seragam batik untuk panitia pemberangkatan dan undangan dari SKPD.

Baca:  Gresik Membebaskan Denda Pajak Daerah Maret-Mei 2013

Padahal, Komisi D mulai awal melarang untuk hal-hal yang tak penting. “Tiga ratus potong baju, sangat banyak. Saya yakin fiktif. Kita minta seluruh buktinya karena kita akan usut tuntas. Dan kita akan coret anggaran seperti ini dalam APBD 2013 nanti,” imbuhnya. Anggota Komisi D, Siti Muafiyah mengkalkulasi kebutuhan riil untuk pemberangkatan jamaah haji Kabupaten Gresik hanya sebesar Rp 191 juta.

Anggaran sebesar itu digunakan untuk pengadaan bus dan makan minum (mamin) ketika prosesi pemberangkatan. Sisanya, dijadikan ajang bancakan. “Yang kita kehendaki ketika memperjuangkan anggaran fasilitasi jamaah haji digunakan untuk sewa bus dan mamin saja. Bukan justru belanja pegawai untuk honor dan anggaran keplok-keplok yang jumlahnya lebih besar,”semprotnya.

Baca:  DPRD Gresik Sewot Dituduh Ajukan Data Fiktif Bedah Rumah

Sementara itu, Kabag Admistrasi Kesra Kusaini mengaku, bahwa tidak seluruh anggaran diserap habis. Misalkan, anggaran tes laborarium untuk batik panitia pemberangkatan haji sebesar Rp. 10 juta, tidak terserap. “Begitu juga penggadaan bus, tidak 60 unit karena KBIH Semen Gresik maupun Petrokimia Gresik memberikan bantuan sendiri bagi jamaah haji. Jadi, ada sisa yang dikembalikan ke kas daerah,”ujarnya. Khusaini juga berjanji akan memberikan bukti-bukti kegiatan pemberangkatan jamaah haji pada dewan nantinya. (san/ris/RadarGresik/JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *