Home » Gresik » Politik Gresik » Banggar DPRD Gresik Memotong Anggaran Factory Outlet
Master tukang, tutorial pertukangan

Banggar DPRD Gresik Memotong Anggaran Factory Outlet

Banggar DPRD Gresik Memotong Anggaran Factory Outlet. Banyaknya anggaran yang diserap oleh mega proyek Pemkab Gresik, membuat Banggar DPRD Gresik melakukan kajian serius. DPRD Gresik beranggapan berbagai proyek tersebut tidak relevan dengan kebutuhan rakyat. Salah satunya pembangunan Factory Outlet yang menyerap anggaran Rp. 6,2 Milyar.

“Dalam finalisasi, kita memangkas anggaran untuk pembangunan FO Produk Unggulan Gresik karena peruntukannya tidak urgen. Apalagi ada rencana pembebasan lahan. Tapi, kita setuju dianggarkan sebesar Rp. 500 juta untuk perencanaan dan study kelayakan lebih dulu,”ujar anggota Banggar DPRD Gresik , Moh Syafi’ AM dengan nada serius, Rabu (28/11), sebagaimana dilansir oleh Gresiksatu.com

Pembangunan Factory Outlet yang menyerap anggaran sebesar itu memang patut dipertanyakan, sebab banyak gedung dan bangunan milik pemkab Gresik yang mangkrak tidak terurus. Padahal, asset tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal. Termasuk, asset berupa bangunan Klinik Konsultasi Bisnis (KKB) yang terletak disebelah barat Terminal Bunder.

Baca:  PKB Gresik Terus Membara, Zulfan Menilai DPW Tak Tegas

Moh Syafi’ AM, juga menyampaikan bahwa pembangunan FO Produk Unggulan Gresik seolah dipaksakan oleh eksekutif untuk membebaskan lahan warga yang terlanjur dijanjikan sebagai penganti proyek Aquatic setelah Jawa Timur gagal menjadi tuan rumah Asian Games 2019 nanti.

Selain anggaran factory Outlet, alokasi untuk Masjid Agung Gresik (MAG) sebesar Rp. 10 milyar juga menjadi pantauan Anggota DPRD Gresik. Alasannya DPRD Gresik  tidak mendapat gambaran jelas peruntukannya. “Tapi, kita sepakat mengalokasikan sebesar Rp. 500 juta untuk biaya perencanaan,” kata Syafi’ AM.

Lalu Kemana nantinya anggaran yang potong itu akan di salurkan? , Menurut Moh Syafi’ AM hasil pemangkasan anggaran akan dialokasikan untuk tambahan pembagunan peningkatan jalan kabupaten maupun jalan lingkar Bawean.  “Misalnya jalan lingkar Bawean, eksekutif mengusulkan sebesar Rp. 10 milyar dalam APBD 2013. Tapi, kita tambah lagi sebesar Rp. 10 milyar dari hasil keprasan. Jadi, total anggarannya untuk tahun 2013 sebesar Rp. 20 milyar,”ungkapnya.

Sikap penolakan alokasi anggaran untuk Factory outlet dan Masjid Agung ini juga dibenarkan oleh Anggota Komisi C, Drs. A. Muhadjir. Muhadjir mengatakan bahwa yang menolak bukan hanya Ketua komisi C tapi juga seluruh anggota Komisi C DPRD Gresik. “Keputusan (menolak) itu secara bulat di komisi C. Bukan hanya ketua komisi C saja yang tidak setuju, tapi seluruh anggota,”ujar Muhadjir. (Gresiksatu.com/ editor:anshori)

Baca:  Pilkada Gresik 2015, KPU Gresik Siapkan 2.293 Kotak Suara

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *