Home » Gresik » Politik Gresik » Bupati Gresik Merombak Jajaran Pejabat Eselon
Master tukang, tutorial pertukangan

Bupati Gresik Merombak Jajaran Pejabat Eselon

Gresik – Pemerintah kabupaten Gresik kembali melakukan rotasi jabatan pada jajaran eselon dan kepala dinas. Sebanyak 309 pejabat dilantik dalam mutasi yang  dilaksanakan di Kantor Pemkab Gresik, kemarin. Mereka yang dimutasi adalah 133 pejabat struktural dan 176 pejabat fungsional.Rotasi ini dilakukan sebagai upaya penyegaran ditubuh pemerintahan kabupaten Gresik.

Pejabat yang dimutasi diantaranya Jabatan Kasatpol PP,  Darmawan yang sebelumnya menjabat kasatpol PP nonjob di lingkungan Sekretariat Kabupaten Gresik. Pengganti Darmawan adalah Arief Wicaksono, mantan Camat Manyar yang sebelumnya dilaporkan aktivis Forkot karena menarik pungutan liar IMB senilai Rp 1,8 juta.

Jabatan eselon II untuk posisi staf ahli diisi beberapa wajah baru. Masing-masing Drs Langu Pindingara, mantan Kabag Anggaran DPPKAD, Darmanto, mantan Kabag Kesbang Linmas, serta Tursilowanto Harjogi, mantan Kabag Pemerintahan.

Baca:  DPRD Gresik Salahkan Sambari Terkait Tunjangan Perumahan

Kemudian mantan staf ahli yang menduduki posisi sebagai kepala dinas masing-masing Agus Budiono menjabat Kadis Sosial menggantikan Ir  Sentot Supriyohadi. Sentot mendapat job baru sebagai Kadis Kelautan, Perikanan dan Peternakan. Sementara mantan staf ahli lainnya Hary Soerjono menduduki pos strategis sebagai Sekretaris DPRD Gresik menggantikan Bambang Wibisono yang memasuki masa pensiun.

Sambari Halim Radianto dalam sambutannya menjelaskan, mutasi jabatan merupakan hal yang biasa. “Kami berharap dengan mutasi  jabatan ini, para pejabat bisa lebih segar dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan,” kata Sambari. “Tugas yang begitu berat karena dipundak kalian amanah masyarakat ada disitu,”.

Sebagai bentuk tanggungjawab atas jabatan yang di emban, setiap pejabat di wajibkan menandatangani fakta integritas kejujuran, sehingga dalam perjalanan dalam pembangunan nantinya berjalan dengan baik dan di terima masyarakat. Maraknya kasus korupsi di pemerintahan baik yang berafiliasi dengan lesgislatif maupun di dalam institusi membuat setiap elemen masyarakat Gresik aharus terus memantau dan mengawasi. rdrgrsk/ad

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *