Home » Gresik » Politik Gresik » DPRD Gresik Menganggap Kinerja Sambari – Qosim Lemah
Master tukang, tutorial pertukangan

DPRD Gresik Menganggap Kinerja Sambari – Qosim Lemah

Radar Gresik – Mayoritas fraksi di DPRD Gresik menyoroti tingginya silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) pada laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2011. Bahkan Fraksi PAN menilai silpa ditahun kedua Sambari-Qosim memimpin Gresik merupakan terbesar dalam lima tahun terakhir. “Besarnya  silpa Rp 100,38 miliar serta piutang yang tak kunjung berkurang,” kata juru bicara FPAN Mustajab dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi pelaksanaan APBD 2011 kemarin.

Tingginya silpa ini pun dipertanyaan FPPP dan FPKNU. Mereka menilai pelaksanaan APBD Gresik Tahun 2011 hanya menghabiskan anggaran dan  membukukannya secara baik. Ini dibuktikan dengan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) pada tahun 2011 dengan hasil opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) tidak baik daripada tahun sebelumnya.

“Seluruh program yang dilaksanakan, diperoleh output, outcome, impact maupun benefit yang jelas sebagai mana diharapkan, bukan sekedar menghabiskan anggaran dan membukukannya secara baik,”ujar M Syaikhu yang membacakan pandangan umum (PU) F-PKNU . Sementara itu, F-PKB menyoal bantuan sosial yang masih tersisa sebesar Rp. 4,5miliar di pos belanja bantuan sosial.

Baca:  Anggaran Pemberangkatan Haji Dibuat Bancakan Eksekutif Gresik

Padahal berapapun alokasi dana yang disediakan selalu habis untuk belanja bantuan sosial. “Faktanya, dana atau anggaran tidak diberikan atau tak terserap, sementara masyarakat banyak yang membutuhkan,” ujar H Sudjono SH yang membacakan PU dari F-PKB. Begitu juga bantuan keuangan
kepada pemerintahan desa yang masih tersisa sebesar Rp 4,6 milyar. Padahal, mayoritas masyarakat Gresik mengetahui sarana dan prasana yang ada dipedesaan kondisinya rusak parah serta masih minim. Bahkan, banyak yang tak tersentuh perbaikan selama beberapa tahun. “Ini  menunjukkan ada kesenjangan antara kebutuhan riil dengan perencanaan Pemkab Gresik,”imbuhnya.

Sedangkan F-PDIP menyorot pembangunan Puskesmas Alun- Alun Gresik yang dialokasikan sebesar Rp 1,3 M tidak terserap pada tahun 2011. “Tak terserapnya anggaran ini mengindikasikan lemahnya kinerja aparatur pemerintah daerah,” kata Siti Muafiyah.(rtn/ris)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *