Home » Gresik » Politik Gresik » Gedung DPRD Gresik Dilempari Tomat Busuk
Master tukang, tutorial pertukangan

Gedung DPRD Gresik Dilempari Tomat Busuk

demo dprd gresikGedung DPRD Gresik Dilempari Tomat Busuk. Para Demonstran sengaja melemparkan tomat busuk sebagai simbol busuknya nurani 50 anggota DPRD Gresik karena tidak menggubris aspirasi rakyat. “Kalian yang ada di dalam gedung benar-benar busuk. Tidak pernah mendengar jeritan hati rakyat,” teriak Albustomy, Korlap PMII dan MPR (Masyarakat Peduli Rakyat) di depan gerbang gedung DPRD Gresik.

Tidak lama kemudian 20 Kg tomat busuk yang disiapkan para pengunjukrasa dilemparkan ke arah gedung dewan. Tak pelak, sejumlah aparat kepolisian memilih menghindar terkena lemparan tomat. Tomat yang sebagian berisi belatung karena busuk mengenai tembok gedung dan kaca gedung DPRD Gresik, mobil dinas bupati, serta mobil dinas sejumlah anggota dewan.

Yang paling parah adalah mobil dinas Bupati Sambari Halim Radianto, Toyota Fortuner nopol W 1 AP kaca dan bodinya penuh ceceran tomat. Tdak cukup melemparkan tomat, puluhan aktivis leluasa masuk melewati pintu gerbang setinggi 3 meter tanpa pengawalan. Dengan membawa pengeras suara, Albustomy menaiki kap mobil dinas bupati sambil berorasi.

Baca:  Sweeping Anggota DPRD Gresik, Ruangan Kosong

Sementara aktifvis lainnya mulai emosi menggebrak-gebrak mobil dinas yang tidak dijaga oleh aparat Satpol PP Kabupaten Gresik. Akibatnya sejumlah bagian mobil dinas mengalami penyok. Aksi baru mereda setelah polisi bergerak mendakati demonstran dan meminta mereka menghentikan aksinya. Sebelum melakukan pelemparan tomat busuk, pendemo berunjukrasa di kantor Pemkab Gresik.

Tuntutan mereka tetap dengan aksi kemarin yaitu mendesak pembatalan Perda dan Perbup yang berkaitan dengan persetujuan kenaikan tunjangan
perumahan. Menurut Albustomy, tindakan menaikkan tunjangan perumahan DPRD merupakan tindakan korupsi. “Ini merupakan korupsi
karena anggota dewan menempati rumah mereka sendiri namun masih minta jatah pada rakyat Gresik.

Dulu mereka minta Rp 7 juta kita diam sekarang malah naik Rp 10,5 juta. Uang tersebut bukan untuk menyewa sebab masing-masing anggota  dewan sudah punya rumah. Mereka memakan uang rakyat dan itu merupakan korupsi yang dilegalkan,” katanya. Dalam aksi kali ini para pendemo
membawa berbagai poster seperti Tolak tunjangan perumahan bagi DPRD di depan gedung DPRD Gresik. (san/ris/radargresik/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *