Home » Gresik » Politik Gresik » Gedung DPRD Gresik Sepi Ditinggal Banggar Kunker Ke Jakarta
Master tukang, tutorial pertukangan

Gedung DPRD Gresik Sepi Ditinggal Banggar Kunker Ke Jakarta

DPRD GRESIK – Nafsu untuk berekreasi agaknya tidak diimbangi dengan pola kerja yang sehat di DPRD Gresik. Setelah kegiatan kunjungan kerja yang seringkali tidak diikuti output yang signifikan, kembali DPRD Gresik hening dari aktifitas. Ini dikarenakan sebagian anggota DPRD Gresik dari badan anggaran sedang melakukan kunjungan kerja dan rapat ke Jakarta .

Meskipun tidak semua anggotanya  pergi ke Jakarta namun gedung DPRD Gresik terlihat sunyi karena yang lain juga memilih bolos dengan alasan tidak ada agenda kerja rapat komisi, maupun hearing. Renacananya, para anggota Banggar akan berkonsultasi membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Gresik Tahun 2011.

Kegiatan Kunker yang renacananya berlangsung 3 hari tersebut akan berlanjut ke rapat finalisasi ke Malang. Di Malang anggota Banggar akan rapat selama 3 hari mulai kamis 28 Juni 2012 sampai minggu 30 Juni 2012.

Baca:  Pembahasan Ranperda Keuangan Desa Oleh DPRD Gresik Masih Dipending

Sepinya kantor DPRD Gresik karena mayoritas ketua komisi maupun fraksi di DPRD Gresik juga tercatat sebagai anggota banggar. Bahkan seluruh pimpinan DPRD Gresik merupakan anggota Banggar. Beberapa anggota DPRD yang masih terlihat ngantor diantaranya A. Muhadjir (F-PKB), Djumanto dan A. Kusriyanto (F-PDIP) serta Mubin (F-PAN), meski mereka tak lama berada di kantor.

Pada beberapa waktu lalu, Bupati Gresik telah menyerahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Gresik Tahun 2011. Dimana fraksi-fraksi telah menyampaikan pandangan umum dan telah di jawab oleh bupati.

Komisi-komisi di DPRD Gresik juga sudah melakukan pembahasan dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dilakukan di Hotel Somerset Surabaya. Fraksi-fraksi pun sepakat dan mengesahkan menjadi peraturan daerah (Perda) tentang laporan pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD Gresik Tahun 2011. Banggar telah sepakat dan melakukan finalisasi yang hasilnya dilaporkan ke masing-masing fraksi.

Mudahnya DPRD menerima pertanggungjawaban Bupati juga menimbulkan banyak tanda tanya berbagai kalangan, mengingat uang sisa anggaran lebih (Silpa) sebesar lebih dari 100 miliar tidak terserap maksimal.

Baca:  Giliran Kepala Puskesmas Gresik Jalan-jalan Ke Bangkok

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *