Home » Gresik » Politik Gresik » Kocok Ulang Pimpinan DPRD Gresik Mulai Bergulir
Master tukang, tutorial pertukangan

Kocok Ulang Pimpinan DPRD Gresik Mulai Bergulir

Frakksi DPRD Gresik Non Koalisi Tidak dapat Jatah

DPRD Gresik – Sejumlah fraksi non koalisi di DPRD Gresik bakal terpental dari unsur pimpinan alat kelengkapan dewan. Itu bakal terjadi dalam rapat paripurna   pergantian komposisi pimpinan alat kelengkapan DPRD Gresik yang akan digelar Senin (23/7) pagi. Santer dikabarkan posisi pimpinan alat  kelengkapan dewan akan dikuasi fraksi koaliasi.

“Fraksi non koalisi seperti Fraksi Partai Golkar (F-PG), Fraksi PDIP dan Fraksi Hanura-Gerindra-Buruh (F-HGB, Red) tidak mendapat jatah salah satu pimpinan alat kelengkapan dewan,” kata Sumber di lingkungan DPRD Gresik kemarin. Lebih lanjut sumber tersebut mengatakan akan ada kejutan  dalam kocok ulang pimpinan alat kelengkapan DPRDGresik. Fraksi pengagas koalisi sudah sepakat bersikap tegas.

Sebelumnya memang ada 2 opsi yang menjadi perdebatan antara bersikap frontal dan sebagian lainnya menghendaki semangat kebersamaan di DPRD Gresik. Misalnya dengan memberi jalah kursi pimpinan untuk F-PDIP meski bukan anggota koalisi. Pada perjalannya F-PDIP ditawari akan mendapatkan jatah pimpinan alat kelengkapan dewan yakni jabatan ketua Badan Legislasi (Banleg).

Baca:  Aksi Penolakan Renovasi Alun-alun Gresik Mulai Bermunculan

kocok ulang dprd gresikPertimbangannya, ada anggota Banleg dari F-PDIP yang cukup mumpuni yakni Uman SH selaku ketua FPDIP atau Jumanto yang saat ini menjabat ketua Komisi A. Selain itu, kedua legislator tersebut tercatat sebagai anggota Banleg. “Tapi, F-PDIP ngotot tidak mau dapat jatah ketua Banleg. Tapi, ngotot minta jatah ketua Komisi A tetap dipertahankan,” imbuh sumber tersebut.

Ketika waktu sudah mendekati deadline dan komunikasi politik sudah deadlock. Sehingga komunikasi politik dan lobi dari luar fraksi penggagas kocok ulang sudah tertutup rapat. “Ada ajakan untuk membahas lagi masalah kocok ulang, tapi sudah tidak direspon. Fraksi penggagas kocok ulang
berdalih sudah ada agenda politik sendiri,”urai sumber tersebut.

Baca:  Giliran Kepala Puskesmas Gresik Jalan-jalan Ke Bangkok

Dengan demikian, kursi ketua komisi A yang semula dijabat Jumanto bakal beralih ke Khoirul Huda (FKNU). Sedangkan, Faqih Usman bakal  menjadi Ketua Komisi B yang menjadi jatah F-PAN. Sebelumnya jabatan Ketua Komisi B yakni Abdul Hamid berasal dari F-PG. Untuk Ketua Komisi C tetap Edy Santoso dari F-PD. Begitu juga Chumaidi Ma’un tetap menjabat Ketua Komisi D sebagai jatah F-PKB.

Untuk F-PPP mendapat jatah jabatan ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik. Jatah jabatan yang tersisa yakni Banleg menjadi hak F-PKB sebagai partai pemenang di Kabupaten Gresik. Dikonfirmasi terpisah Ketua FKB Syafi’ AM tak memungkiri bila akan ada perubahan drastis dari sosok pimpinan alat kelengkapan dewan.

Baca:  Gedung DPRD Gresik di Segel, Rapat Pindah ke Hotel

Perubahan ini bisa dipahami sebagai tuntutan untuk meningkatkan kinerja dewan. “Kami yakin komposisi yang akan datang mampu meningkatkan
kinerja dalam melayani masyarakat,” katanya.(rtn/ris) RadarGresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *