Home » Gresik » Politik Gresik » Konflik PKB Gresik Semakin Memanas, Robbach & Zulfan Absen
Master tukang, tutorial pertukangan

Konflik PKB Gresik Semakin Memanas, Robbach & Zulfan Absen

Konflik dan perpecahan di tubuh PKB Gresik semakin menunjukkan gejala tidak sehatnya partai yang mempunyai sejarah gemilang di Gresik itu. Setelah gelombang intrik yang menjadi rahasia umum publik, hingga berbagai manuver kadernya yang berujung pada pembekuan sepihak oleh dewan syuro PKB Gresik.

Meski semua kegiatan partai sudah dibekukan, namun pengurus dewan tanfidz DPC PKB Gresik tetap nekat menggelar musyawarah kerja (musker) sehari di Kantor DPC Jalan RA Kartini, Minggu (17/6). Panitia mengklaim pelaksanaan musker ke-1 partai berlambang bola dunia dikelilingi sembilan bintang tersebut diikuti 14 dari 18 pengurus PAC (pimpinan anak cabang) yang ada.

“Musker dihadiri semua pengurus PAC kecuali empat PAC dari Kecamatan Tambak, Duduksampeyan, Cerme dan Wringin Anom,” kata Wakil Ketua DPC PKB Gresik Ahmad Muhadjir yang ditunjuk sebagai juru bicara kemarin. Keempat PAC yang absen sebelumnya sudah diundang, namun ungkap Muhadjir, mereka tidak memberi konfirmasi hingga musker berakhir.

Baca:  Konflik DPC PKB Gresik Berakhir Kompromi

Muhadjir yang juga anggota FKB DPRD Gresik itu membantah bila partainya saat ini mengalami perpecahan. Ketidakhadiran Ketua Dewan Syura KH Robbach Ma’sum dan Ketua DPRD Gresik Zulfan Hasyim yang juga anggota dewan syura partai di ajang musker, tidak membuat risau pengurus partai. Pasalnya, dalam muskercab kemarin dua anggota dewan syura lainnya ikut hadir, yakni KH Ilman Zuhry dan Chumaidi Ma’un.

“Jadi soal konflik di internal kami itu sebenarnya tidak ada. Buktinya anggota dewan syura dan 14 pengurus PAC menghadiri pelaksanaan musker hari ini (kemarin, red),” tandas Muhadjir, legislator FKB asal Pulau Bawean.

Dalih untuk membantah adanya perpecahan di internal partai boleh-boleh saja. Karena faktanya, Sekretaris Dewan Syura DPC PKB Gresik Ainur Rafiq beberapa hari lalu menegaskan kepada wartawan bahwa pengurus dewan syura telah memutuskan pembekuan semua kegiatan pengurus dewan tanfids di bawah kepemimpinan Moh. Syafi’ AM.

“Rencana pelaksanaan musker itu kegiatan illegal, karena kita sudah membekukan seluruh kegiatan dewan tanfidz. Dewan syura dan 12 pengurus PAC memboikot kegiatan tersebut,” tandas Ainur Rafiq.
Senada dengan Ainur Rafiq, tokoh senior PKB Gresik Hamim Mubham menilai janggal penyelenggaraan muskercab partainya. “Peserta muskercab itu sebenarnya mayoritas pengurus PAC. Lah kalau sudah 12 PAC memboikot apa sah? Apalagi ketua dewan syura sudah membekukan kepengurusan dewan tanfidz, ya sudah,” jelasnya di Kantor Dewan, Jumat (15/6).

Baca:  Pendaftar Bacaleg DPRD dari PKB Gresik Membludak

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *