Home » Gresik » Politik Gresik » Pimpinan DPRD Gresik Memberikan Contoh Buruk Kepada Masyarakat
Master tukang, tutorial pertukangan

Pimpinan DPRD Gresik Memberikan Contoh Buruk Kepada Masyarakat

pimpinan dprd gresikGresik – Pimpinan DPRD Gresik ternyata tidak peka terhadap persoalan masyarakat, upaya pemerintah untuk menghemat BBM ditanggapi dengan cuek. Perilaku semaunya sendiri seperti ini bisa jadi semakin mencederai perasaan publik. Gerakan penghematan BBM yang dikampanyekan Bupati Sambari Halim Radianto rupanya tidak menyentuh kalangan dewan. Buktinya puluhan mobil dinas pimpinan dewan, anggota serta sekretariat DPRD Gresik hingga Jumat siang masih yang belum ditempeli stiker larangan penggunaan BBM bersubsidi.

Kenytaan ini sedikit banyak menunjukkan watak arogansi pimpinan DPRD Gresik yang seakan kebal hukum dan bisa menerabas peraturan. Kondisi itu kontras dengan mobdin yang ada di jajaran Pemkab Gresik. Hampir 70 persen mobdin jajaran Pemkab Gresik telah dipasang stiker.  Tidak adanya stiker di mobdin dewan berpotensi disalahgunakan dengan membeli BBM bersubsidi jenis premium.

Sejumlah mobil-mobil dinas dewan W 726 AP, W 737 AP dan salah satu wakil ketua DPRD Gresik W 591 AP yang juga tidak terlihat memasang stiker ini. Empat mobdin milik pimpinan dewan, masing-masing Toyota Camry mobdin Ketua, Zulfan Hasyim, juga belum tertempel stiker. Kemudian tiga mobdin Topta Altis, milik wakil ketua, Ahmad Nurhamim, Susianto, Hadi Kusono kacanya masih mulus belum ada tempelan stiker.

Baca:  DPRD Gresik Ogah Kembalikan Tunjangan Perumahan

Sementara mobdin lain seperti Toyota Inova milik Sekretaris Dewan, Hari Soerjono sudah ada stiker. Terkait masih adanya mobdin yang tidak terpasang stiker, Ketua DPRD Gresik, Zulfan Hasyim mengatakan, pihaknya memang belum seluruhnya mobil dinas dewan yang tidak memasang stiker BBM di mobil dinasnya.

“Belum seluruhnya, namun kami akan mensosialisasikan Permen ESDM 12/2012 ini pada anggota lainnya,” katanya. Saat ditanyakan tentang sanksi bagi anggota dewan yang tidak Mobdin Pimpinan, Zulfan menjawab bahwa itu bukan wewenangnya. “Yang berwenang adalah Bupati yang memberi sanksi karena mobil dinas dewan satusnya adalah pinjam pakai jadi kami beli sendiri bensin untuk mobil kami jadi bukan pakai anggaran,” tegasnya.

Baca:  Anggaran Pemberangkatan Haji Dibuat Bancakan Eksekutif Gresik

Ucapan pimpinan dewan ini tentu ucapan paling konyol, sudah gaji tinggi, mobil dipinjami, masih saja mau pake BBM bersubsidi, perilaku dan ucapan inilah yang berpotensi semakin melukai hati rakyat yang sudah terluka. Ingat bahwa BBM bersubsidi hanyalah untuk masyarakat yang kurang mampu, kecuali para pimpinan DPRD Gresik memang sudah miskin hati dan miskin perasaan.(san/ris/rdrgrsk)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *