Home » Gresik » Ekonomi Gresik » PT HESS Indonesia Pangkah Diduga Cemari Laut Gresik
Master tukang, tutorial pertukangan

PT HESS Indonesia Pangkah Diduga Cemari Laut Gresik

PT HESS Indonesia Pangkah Diduga Cemari Laut Gresik. Ribuan nelayan Kecamatan Ujung Pangkah dibuat cemas oleh pencemaran laut yang diakibatkan tumpahan minyak mentah. Mereka khawatir ekosistem laut bakal mati akibat tumpahan minyak. Nelayan Ujung Pangkah, Sidayu, dan Panceng menuding tumpahan minyak mentah berasal dari pengeboran minya dan gas milik PT Hess Indonesia Pangkah (HEI).

Tudingan itu muncul karena, perusahaan pengeboran asal Amerika Serikat ini satu-satunya yang memiliki lokasi pengeboran off shore (lepas pantai) atau rig di perairan Ujung Pangkah. Menurut sejumlah sumber, tumpahan minyak ini diketahui Selasa (30/10) lalu. Namun hingga kemarin tumpahan minyak tersebut belum dapat diatasi. Ini terlihat dari ditumpuknya sejumlah material untuk membersihkan minyak di rumah Maun ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia cabang Gresik).

Material itu berupa absorben boom (komponen untuk memisahkan air laut dari minyak), absorben pad (lapisan untuk perahu nelayan agar tidak  terkena minyak dilaut). Juga tampak bebarapa sekuriti PT HESS Indonesia Pangkah berada di dalam. Sejumlah nelayan Pangkah Wetan mengatakan, kebocoran itu disebabkan adanya kebocoran pada pipa minyak HEI yang berada di dasar laut yang terletak di Desa Ujung Pangkah Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik.

Baca:  Buruh Gresik Segel Rumah Bos PT Puspetindo

“Kejadian tersebut diketahui pada pukul 03.45 dini hari tadi oleh salah seorang nelayan yg hendak mencari ikan,”ucap Uman nelayan setempat. Dijelaskan Uman, dari nelayan tersebut akhirnya diketahui bahwa di tengah laut ada limbah minyak yang timbul di permukaan laut. “Begitu mengetahui adanya ceceran limbah minyak dilaut, nelayan tersebut langsung balik kanan dan tiba didaratan pada pukul 04.00 wib Dan langsung melapor ke Ketua nelayan pak Maun,” ucap Uman yang juga sekretaris paguyuban nelayan tersebut.

“Kami merasa dirugikan, karena Akibat ke bocoran pipa tersebut, hasil penangkapan ikan nelayan menurun karena kami tidak melaut gara-gara banyak ikan mati dan tambak-tambak yang berada di sekitar daratan menjadi tercemar,” ucap Uman. Selain itu, hutan mangrove yang berada di pesisir ujung pangkah dan sekitarnya menjadi tercemar.

Baca:  Harga Elpiji 3 Kg di Gresik Tembus 18 Ribu

Para nelayan tersebut, meminta PT Hess Indonesia Pangkah untuk bertanggungjawab atas pencemaran yang diduga disebabkan kebocoran pipa lepas pantai yang berada di dasar laut. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Tugas Husni Syawanto saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya baru mendapat informasi dari warga.

Untuk memastikan adanya kebocoran minyak yang berdampak pada pencemaran, BLH akan menurunkan tim ke sekitar perairan Ujung Pangkah, Kamis siang. “Kami hanya dapat informasi dari warga melalui Kecamatan Ujung Pangkah. Kami akan turunkan tim untuk memeriksa wilayah perairan apakah tercemar atau tidak. Sehingga kami belum bisa memberikan keterangan terkait langkah selanjutnya, apalagi soal sanksi kepada pencemar,” kata Tugas Husni Syawanto. (san/ris/Radar Gresik/JPNN)

Baca:  Pemkab Gresik Biayai Pemugaran Rumah Gakin

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *