Home » Gresik » Ekonomi Gresik » PT Hess membantah, BP Migas Membenarkan Kebocoran Minyak
Master tukang, tutorial pertukangan

PT Hess membantah, BP Migas Membenarkan Kebocoran Minyak

Manajemen PT Hess Indonesia Pangkah membantah jika minyak yang tumpah di perairan Ujung Pangkah berasal dari off shore miliknya. Namun, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) wilayah Jatim, Bali, Nusra menyatakan, Hess untuk sementara menghentikan suplai minyak maupun gas ke sejumlah industri di Gresik maupun Surabaya.

Kepala Kepala BP Migas Jatim, Bali, Nusra Agus Kurnia saat dihubungi membenarkan, prihapihaknya mendapat laporan adanya minyak yang tumpah di perairan Ujung Pangkah. Untuk itu, BP Migas akan menyelidiki kebocoran minyak tersebut, termasuk asal minyak tersebut tumpah. “Kami masih sedang melakukan kerjasama dengan Hess Indonesia Pangkah Ltd untuk membersihkan tumpahan minyak yang tercecer di laut,” kata dia.

Dikatakan, berdasarkan laporan manajemen PT Hess, sejak Kamis mereka melakukan restart pompa pengeboran minyak di off shore Ujung Pangkah. Untuk kegiatan restart ini, Hess menghentikan pasokan gas ke konsumen seperti Petrokimia Gresik dan industri lainnya. Setelah dilakukan restart akan diketahui, apakah sumber kebocoran minyak itu berasal dari Hess atau tidak. Jika memang ada kebocoran, maka tekanannya akan berkurang. “Hari ini kami belum bisa memastikan apakah kebocoran itu berasal dari off shore Hess atau tidak,” terang dia.

Baca:  Petrokimia Kembangkan Kapasitas Pelabuhan Internal

Dikatakan, terkait dengan kebocoran minyak informasi yang masuk sudah diselesaikan dan dibersihkan mudah-mudahan tidak membutuhkan waktu lama. Selain melakukan penyelidikan. Tumpahan minyak tersebut segera akan dibawa ke laboratorium guna mengetahui apa yang menjadi penyebabnya kebocoran ini.

Ditegaskan, akibat kejadian ini PT Hess Indonesia Pangkah Ltd untuk sementara tidak mensuplai minyak maupun gas ke beberapa perusahaan di wilayah Gresik maupun Surabaya. Namun, mereka berjanji dalam waktu tidak lama akan beroperasi kembali seperti semula setelah ada perbaikan.
Terpisah, Suhartono Kasubid PPL (Pencegahan Pencemaran Lingkungan) BLH Gresik berharap agar Hess segera menerapkan operasi ditempat tersebut.

“Kami harapkan PT Hess menerapkan SOP (Standar Operasional Prosedur Penanggulangan) secepatnya agar dampak kerusakan lingkungan bisa diminimalisir,” katanya. Suhartono mengungkapkan dirinya meragukan pernyataan HESS bahwa yang mencemari laut Jawa dikarenakan tumpahan minyak 11 liter. “saya rasa tidak mungkin kalau seperti pernyataan HESS cuma 11 liter karena absorben boom nya yang dipakai
sampai 1000 meter. Kalau tumpahan minyak 11 liter absorbennya cuma 10 meter saja cukup. Kok aneh ya?,” ujarnya keheranan.(san/ris/Radar Gresik/JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *