Home » Gresik » Renovasi Makam Sunan Giri Mendapat Tentangan Warga
Master tukang, tutorial pertukangan

Renovasi Makam Sunan Giri Mendapat Tentangan Warga

Upaya pemkab gresik untuk melakukan pemugaran terhadap situs Sunan Giri mendapat tentangan dari berbagai kalangan. Setelah Politisi PDIP dari DPRD Gresik menyatakan keberatan, berbagai elemen masyarakat juga menyatakan sikap yang sama. Pemugaran tanpa mengajak warga sekitar untuk berdialog memunculkan spekulasi dari beberapa pihak. Upaya penentangan oleh warga kebanyakan lebih disebabkan faktor historis dan religi.

Warga Gresik sangat menghormati Sunan Giri, oleh karena upaya pemugaran dikhawatirkan semakin mengikis keaslian makam Sunan Giri. Ketua Baitul Muslimin Kabupaten Gresik H Askabul mengancam akan mengerahkan warga Gresik untuk menghentikan proyek pemugaran kawasan Makam Sunan Giri oleh Pemerintah yang dinilainya telah merusak keaslian situs salah satu anggota Wali Songo itu. Askabul mengatakan, dirinya beserta seluruh warga masyarakat yang perduli akan nilai-nilai kesejarahan kawasan makam kanjeng Sunan Giri akan segera mengambil tindakan. “Warga mengancam akan melakukan penghentian paksa jika proyek tersebut terus dilanjutkan,” ancam Askabul seusai melihat langsung ke lokasi pemugaran di kawasan makam Sunan Giri, Senin (11/6) sore.

Sementara, Pemkab Gresik membantah kalau pemugaran tersebut merusak keaslian situs. Pemugaran berfungsi sebagai usaha untuk melindungi dan menjaga agar benda cagar budaya tidak mengalami kerusakan lebih parah.”Pemugaran memiliki fungsi sebagai usaha untuk melindungi dan menjaga agar benda cagar budaya tidak mengalami kerusakan lebih lanjut. Sehingga tidak mungkin akan merusak, sebab soal situs adalah masalah aturan baku dan jelas prosedurnya sehingga tidak mungkin pemugaran justeru bertujuan merusak,” jelas  Kabag Humas Pemkab Gresik Andy Hendra Wijaya Selasa (12/6)

Baca:  Komisi D DPRD Gresik Merekomendasikan Revitalisasi Sunan Giri Ditunda

Ia menjelaskan, selain itu pemugaran juga bertujuan lebih kepada pengawetan dan pelestarian tehadap bahan bangunan agar lebih tahan lama dan tidak cepat mengalami pelapukan. Sebab jika pemugaran tidak dilakukan oleh pemerintah sekarang, dikhawatirkan kerusakan berkelanjutan.”Jangan keburu menjastifikasi persoalan yang tidak kita kuasai, sebab dari awal proyek ini digagas untuk pelestarian, bukan persepsi personal. Utamanya menjaga dan melindungi situs agar anak turun kita tetap mengetahui asal-usul mereka, jangan dibalik dengan dalih dan alasan yang lain sehingga seolah-olah pemerintah merusak,” jelasnya

Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, lanjut Kabul, panggilanya, dirinya menemukan sedikitnya 3 atau 4 makam yang dibongkar tanpa persetujuan warga dan tokoh masyarakat setempat. “Padahal, situs bersejarah tersebut dilindungi undang-undang yaitu jika tanah makam atau masjid ke bawah lapis tujuh dan ke atas lapis tujuh, aturannya tidak boleh dibongkar,” katanya.

Baca:  Dirut PDAM Gresik Terancam Dipecat

Sementara itu anggota Komisi D DPRD Gresik, Siti Muafiyah tanpa tedeng aling-aling membeberkan temuan baru terkait pelaksanaan proyek pemugaran Makam Sunan Giri tersebut. Menurut politisi PDIP tersebut, pihaknya menemukan berbagai pelanggaran yang dilakukan pelaksana proyek. Seperti, tidak ada papan nama di lokasi proyek, gambar serta transparansi anggaran yang digunakan dalam proyek tersebut.“Yang lebih penting lagi, makam Sunan Giri saat ini bukan hanya milik warga kabupaten Gresik saja, namun juga milik seluruh masyarakat Indonesia, sehingga tidak bisa seenaknya dibongkar dengan menghilangkan keaslian situs Sunan Giri,” tegasnya.md6

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *