Home » Gresik » Sambari Mengklaim Kinerja Pembkab Gresik 2011 Berhasil
Master tukang, tutorial pertukangan

Sambari Mengklaim Kinerja Pembkab Gresik 2011 Berhasil

KOTA – Radar Gresik, Pemerintahan Bupati Sambari mengklaim telah berhasil melaksanakan program kerja tahun 2011 silam. Kendati ada sejumlah sorotan dari anggota dewan, kemampuan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) menjadi faktor keberhasilan itu. Itu disampaikan Sambari Halim  Radianto di dalam rapat paripurna DPRD Gresik yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati di gedung dewan kemarin.

Dalam kesempatan itu, bupati menegaskan, salah satu hal yang mendasar adalah persoalan penghasilan daerah. Ternyata, hampir semua sektor yang berpotensi menambah kas daerah, banyak yang meleset. Mulai dari sektor pajak hingga retribusi. Untuk pajak daerah misalnya. Sebenarnya, jika diakumulasi, target pajak daerah selama setahun sudah sukses. Di mana, dari target Rp 117 Miliar setahun, realisasinya mencapai Rp 135 Miliar alias mencapai 115 persen.

Hanya saja, jika diteliti lebih dalam lagi masih banyak potensi-potensi pajak yang ternyata menguap. Di antaranya pajak reklame. Awalnya, sektor ini ditarget bisa mencapai Rp 1,3 Miliar, namun ternyata eksekutif hanya bisa meraup Rp 854 Juta alias hanya 65 persen. Yang juga meleset jauh dari target adalah pajak galian C. Diproyeksikan, sektor ini bisa menghasilkan pajak Rp 400 Juta setahun. Tapi, dalam realisasinya yang bisa diraup cuma Rp 227 Juta alias 56 persennya.

Baca:  Gresik Migas Menolak Kenaikan Harga Gas PHE-WMO

Yang paling jauh dari harapan adalah sektor pendapatan jenis retribusi. Awalnya, sektor ini ditarget bisa menghasilkan pendapatan daerah  sebanyak Rp 55,37 Miliar. Namun, realisasinya hanya Rp 37 Miliar alias 68 persen. Jika diakumulasi total jenis retribusi yang ada di Gresik
mencapai 33 jenis. Selain masalah pendapatan, catatan minus lain dari realisasi kinerja selama 2011 adalah proyek-proyek infrastruktur untuk kepentingan publik.

Pada bagian lain, sejumlah anggota dewan menilai cukup banyak proyek yang ternyata tidak selesai tepat waktu. Seperti di Dinas Kesehatan  (Dinkes), ada dua proyek yang tidak selesai. Yakni proyek di Puskesmas Alun-alun dan Puskesmas Sidayu. Ada lagi proyek Mushola RS Ibnu Sina. Di bidang pendidikan juga banyak kasus serupa. Tercatat, ada 11 proyek yang tidak tuntas pekerjaannya. Selain masalah-masalah tersebut, masih cukup banyak kekurangan di balik kinerja eksekutif selama 2011.

Baca:  BK DPRD Gresik Tak Mampu Beri Sanksi Anggotanya

Meski demikian, eksekutif tetap menganggap jika pelaksanaan kinerja mereka sudah cukup maksimal. ”Memang, ada kekurangan di sana-sini.
Cuma, banyak sekali faktor yang menjadi penyebab,” kata Kabag Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya. Soal retribusi maupun pajak misalnya. Sebenarnya, eksekutif sudah cukup serius. Hanya saja, muncul banyak kendala di lapangan. ”Terutama kurangnya kesadaran wajib pajak atau wajib izin untuk mengurus soal ini,” pungkas Andhy. (san/ris)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *