Home » Gresik » Tradisi Lebaran Ketupat di Kauman Gresik

Tradisi Lebaran Ketupat di Kauman Gresik

ketupat gresik Tradisi Lebaran Ketupat di Kauman GresikTradisi Lebaran Ketupat di Kauman Gresik. Tradisi Lebaran Ketupat, masih melekat di kalangan masyarakat Kota Gresik. Bagi warga Kampung Kauman Gresik, Lebaran Ketupat merupakan Lebaran yang sesungguhnya. Mereka sengaja berlebaran seminggu setelah Idul Fitri karena tradisi itu diikuti sejak ratusan tahun silam. SESUDAH perayaan Idul Fitri 1433 H, kini warga Kauman Gresik mempunyai kesibukan baru yaitu membuat ketupat lebaran.

Tradisi ketupat lebaran adalah untuk merayakan 7 hari lebaran lebih karena warga Gresik yang juga telah melakukan puasa Syawal. Pembuatan
ketupat ini telah berlangsung turun-temurun. Lebaran Ketupat memiliki makna khusus bagi warga Kampung Kauman di kawasan Alun-Alun Gresik. Menurut Ny Tonah (68), warga Kampung Kauman di Jl KH Wakhid Hasyim Kecamatan Kota, tradisi lebaran sesungguhnya baru dimulai Minggu (26/8).

Menurutnya warga Pekauman dari dulu hingga kini masih berusaha menjaga tradisi ini walaupun para tetuanya kini cuma berjumlah empat orang.
“Mulai Minggu pagi kita buatkan makanan lebaran jadi Minggu malam baru ditempat ini ramai oleh sanak keluarga yang datang untuk bersilahturahmi,” jelasnya. Bagi sebagian warga Gresik lainnya, berlebaran seperti Kampung Kauman juga dirayakan.

Namun mereka merayakan dengan bagi-bagi ketupat Lebaran. Istiyani (45) warga Jl Usman Sadar mengatakan bahwa tradisi ketupat telah ada sejak puluhan tahun silam. “Ketupatan ini kami lakukan sejak saya masih kecil dan ini adalah tradisi turun temurun untuk bersyukur pada Allah
karena kami juga bisa menjalankan puasa Syawal.

Jadi sebenarnya ketupat, opor ayam dan lepet merupakan makanan khas yang hanya dihidangkan setahun sekali yaitu lebaran,” katanya sambil menenteng 20 bungkus ketupat dari Janur. Ditambahkannya, sebenarnyakalau orang Gresik asli bukan pendatang Lebarannya seminggu seusai puasa Ramadhan. “Kalau orang Jawa mengatakan pendhak’e ramadan (seminggu berakhirnya puasa ramadan, Red). Itulah Lebaran yang  sesungguhnya,” ujarnya.

Sementara itu terlihat kesibukan di pasar kota Gresik. Banyak para pedagang ketupat mulai menjajakan dagangannya. Para pedagang ini menjual
mulai hanya janur hingga anyaman ketupat yang sudah dibentuk dan lepet. Menurut Syamsiah (43), pedagang janur asal Bangkalan Madura, dia rutin berjualan ketupat setahun sekali Pasar Kota.

Syamsiah mengaku mendapat kiriman Janur dari Kota Lumajang. “Pedagang sini semua mendatangkan janur dari Lumajang. Belinya berapa truk nanti kami sebarkan ke Gresik,” katanya. Syamsiah menambahkan, bila hanya janur dijual Rp 5 ribu per 10 lembar Janur. “Namun bila jadi bentuk ketupat kami jual dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per 10 ketupat atau lepet juga kami beri harga yang sama,” pungkasnya. (*/ris/rdrgrsk/jpnn)

 

Kata Pencarian:

ketupat kauman (4),tradisi gresik (2),tradisi di gresik (2),budaya lebaran ketupat di gresik (1),tradisi lebaran ketupat digresik (1),tradisi lebaran di kota (1),tradisi daerah gresik (1),makna ketupat dan lepet (1),lebaran ketupat di gresik (1),kupat kauman (1),ketupat lebaran (1),dikker tradisi keagamaan di gresik (1),tradisi masyarakat gresik (1)
logo pintu Tradisi Lebaran Ketupat di Kauman Gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

About Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top