Home » Gresik » Transisi Karung Pupuk Butuh Waktu 3 Bulan
Master tukang, tutorial pertukangan

Transisi Karung Pupuk Butuh Waktu 3 Bulan

PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) memberi waktu sekitar 3 bulan, terhitung mulai 1 Mei 2012, kepada PT Petrokimia Gresik untuk melakukan sosialisasi sekaligus transisi terhadap Pupuk Urea Bersubsudu dari kantong lama ke kantong PIHC.

Direktur Komersil PT PG Nugroho Purwanto dan Direktur Produksi Mulyono Prawiro mengatakan, selama tiga bulan tersebut pihaknya akan mengganti semua kantong pupuk urea bersubisdi sekaligus memasarkan kantong kemasan baru.

Diakui Nugroho, dalam masa transisi tersebut memang dimungkinkan masih adanya pupuk urea bersubsidi yang memasang nama pabrik masing-masing. “Nantinya mulai 1 Agustus 2012, semua pupuk urea bersubsidi sudah berganti kantong kemasan dengan menggunakan kantong, merek dan logo yang baru dan seragam,” ujar Nugroho saat sosialisasi kantong baru kepada distributor wilayah Gresik, Tuban, Lamongan dan sekitarnya di Wisma Kebomas, Selasa (1/5/2012) siang.

Baca:  Petrokimia Raih Juara II Public Relations Award

Dalam holding PIHC, ada lima pabrik pupuk yang akan bergabung yaitu PT Pupuk Sriwijaya, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kalimantan Timur. Selama ini, pabri tersebut memasarkan produknya dengan memajang nama dan logo perusahaan masing-masing.

Selain pupuk urea bersubsidi, yang diproduksi lima pabrik pupuk tersebut, PIHC juga akan menyeragamkan sejumlah pupuk bersubsidi lainnya. Seperti SP-36 produsen PT PG, pupuk ZA produsen PT PG, dan pupuk organik juga diproduksi lima pabrik tersebut.

“Selain kantong, nantinya juga dilakukan penyeragaman warna pupuk urea bersubsidi. Dimana antara penyeragaman pupuk urea bersubsidi dengan kantong pupuk urea satu merek adalah satu paket yang  tidak bisa dipisahkan,” tambah Nugroho.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *