Home » Gresik » Wisata Gresik » Dokaran di Alun-Alun Kota Gresik
Master tukang, tutorial pertukangan

Dokaran di Alun-Alun Kota Gresik

dokaran gresikDokaran di Alun-Alun Kota Gresik. Bagi anak-anak yang berdomisili di Kota Gresik, main dokaran atau naik dokar keliling kota hanya bisa dijumpai selama musim libur Lebaran. Mereka seakan larut dalam tradisi dokaran mulai kawasan Alunh-Alun hingga Jl Veteran di lapangan Semen Gresik. Bagi kusir dokar, tradisi ini membawa rezeki selama Lebaran.

Dokaran adalah tradisi warga Gresik untuk berwisata dengan naik dokar atau andong pasca lebaran. Biasanya para kusir tersebut menuggu  penumpang di alunalun Gresik. Sebagian besar, para kusir tersebut merupakan kusir dokar yang biasanya beroperasi di kawasan wisata makam Sunan Giri. Rohim (47) salah seorang kusir dokar mengatakan, dalam tradisi dokaran, biasanya dirinya menarik penumpang jauh lebih banyak
jika dibandingkan di makam Sunan Giri.

Sehingga, penghasilan yang didapatkan oleh Rohim saat ini juga jauh lebih banyak. Jika biasanya, saat beroperasi di makam Sunan Giri Rohim hanya bisa mendapatkan uang sekitar Rp 50 ribu saja, maka saat musim dokaran Rohim bisa mendapatkan penghasilan 6 kali lipat. “Jadi sehari saya bisa mendapatkan uang sekitar Rp 300 ribu,”ucapnya sambil sumringah.

Baca:  Oknum Polisi di Gresik Dilaporkan Perkosa Adik Ipar

Untuk satu kali berangkat, Rohim menarik tarif sebesar Rp 50 ribu. Tarif sebesar Rp 50 ribu untuk sekali perjalanan, sehingga penumpangnya bisa
urunan. “Bbiasanya sekali berangkat itu ada yang rombongan sampai 5 orang Jadi, satu orang penumpang hanya dikenakan tarif sebesar Rp 10 ribu saja,”sambungnya.

Menurut Rohim, dengan tarif seperti itu, para penumpang tidak akan merasa dirugikan. Sebab, pria yang sebelumnya bekerja sebagai nelayan ini
mengatakan, hal itu sebanding dengan rute dan kesenangan yang didapatkan oleh penumpang. “Karena rutenya kan juga cukup panjang, antara alunalun Gresik sampai wisma Semen Gresik,”terangnya.

Salah seorang penumpang, Riki (7) , asal Jl Abdul Karim mengaku senang bisa naik dokar tersebut. Menurutnya dokar adalah sebuah alat transportasi yang sangat susah ditemuinya. “Ya senang, karena biasanya cuma naik sepeda motornya bapak saja,”celotehnya sambil tersenyum malu. (*/ris/januar sagita/wartawan radarg resik) 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *