Home » Gresik » Wisata Gresik » Komisi D DPRD Gresik Merekomendasikan Revitalisasi Sunan Giri Ditunda
Master tukang, tutorial pertukangan

Komisi D DPRD Gresik Merekomendasikan Revitalisasi Sunan Giri Ditunda

KEBOMAS GRESIK– Kisruh dan politisasi terhadap revitalisasi Makam Sunan Giri terus berlanjut. Setelah terjadi perang wacana dari berbagai pihak, konflik mulai mengerucut pada pengambilan kebijakan oleh DPRD Gresik.

Komisi D merekomendasikan kelanjutan revitalisasi ditunda terlebih dulu. Mereka hanya menyetujui kelanjutan relokasi kawasan parkir dan PKL. Pasalnya, sampai saat ini prokontra penentuan zona cagar budaya Selain meminta penundaan, Komisi D juga mempertanyakan munculnya sertifikat di wilayah zona II makam Sunan Giri.

”Yang jelas, kami tetap minta agar proyek itu dihentikan dulu. Kami ingin agar persoalan zona ini kembali dibahas biar tidak ada permasalahan di kemudian hari,” kata Anggota Komisi D DPRD Gresik, Siti Muafiyah.

Dalam klarifikasi tersebut, ada beberapa persoalan yang dianggap masih debatabel. Diantaranya, zona II kawasan makam Sunan Giri yang sedang
direvitalisasi, merupakan bagian dari situ bersejarah di kawasan wisata religi itu. Selain itu, persoalan lain yang masih dianggap simpangsiur adalah persetujuan dari BP3 (badan pelestarian peninggalan purbakala) Trowulan.

Baca:  Yuk...,Berwisata Agro di Kebun Petrokimia Gresik

Di mana, revitalisasi bisa dilakukan di luar zona I makam Sunan Giri. ”Intinya, nanti perlu ada koordinasi lanjutan dengan semua pihak soal  penentuan zona ini,” katanya. Dikatakan, dari hasil klarifikasi komisi D terhadap beberapa ahli sejarah, saat ini status zona II sebagai kawasan situs atau tidak masih simpangsiur. Dalam pertemuan itu juga sempat dibahas perihal temuan munculnya sertifikat pemakaian tanah yang ada di area makam.

Hanya saja, Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudparpora) Gresik belum mengetahui persoalan ini. Bahkan Disbudparpora juga belum berani membuat keputusan apapun. Hal itumuncul setelah komisi D menggelar pertemuan dengan Disbudparpora terkait prokontra proyek revitalisasi itu. Kepala Disbudparpora Siswadi Aprilianto menyatakan, pihaknya memilih berhatihati menyikapi pro-kontra tersebut. ”Sebab, untuk masalah teknis proyek tidak ada pada kami,” katanya.

Seperti diketahui, Program revitalisasi kompleks wisata religi makam Sunan Giri mulai bergulir. Yang dilakukan sat ini adalah penataan ulang tempat berjualan para PKL serta perbaikan akses menuju area makam.

Baca:  Masjid Sunan Giri Dipenuhi Ribuan Pengunjung

Untuk menggarap proyek ini, pemerintah pusat memberikan dana Rp 2 miliar. Namun, proyek itu disorot gara-gara diduga merusak bagian sejarah dari petilasan. Salah satunya adalah dibongkarnya empat makam yang dibongkar tanpa melibatkan tokoh setempat. Padahal, makam-makam itu
merupakan salah satu bagian dari situs. Belum lagi, anak tangga menuju petilasan Sunan Giri yang saat ini dibongkar, ternyata jumlahnya berkurang. Jika dulunya 99 anak tangga, nantinya bakal berkurang menjadi 54 anak tangga.

Warga Gresik sangat menghormati Sunan Giri, oleh karena upaya pemugaran dikhawatirkan semakin mengikis keaslian makam Sunan Giri. Ketua Baitul Muslimin Kabupaten Gresik H Askabul mengancam akan mengerahkan warga Gresik untuk menghentikan proyek pemugaran kawasan Makam Sunan Giri oleh Pemerintah yang dinilainya telah merusak keaslian situs salah satu anggota Wali Songo itu.

Baca:  Kampung Tua Gresik Warisan Pusaka Indonesia

Askabul mengatakan, dirinya beserta seluruh warga masyarakat yang perduli akan nilai-nilai kesejarahan kawasan makam kanjeng Sunan Giri akan segera mengambil tindakan. “Warga mengancam akan melakukan penghentian paksa jika proyek tersebut terus dilanjutkan,” ancam Askabul seusai melihat langsung ke lokasi pemugaran di kawasan makam Sunan Giri.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *