Home » Gresik » Wisata Gresik » Situs Makam Panjang Leran Kabupaten Gresik
Master tukang, tutorial pertukangan

Situs Makam Panjang Leran Kabupaten Gresik

Kota Gresik seakan menjadi tonggak awal masuknya Islam di tanah Jawa. Banyak prasasti, tetenger maupun situs yang menjadi bukti penyebaran
Islam yang dimulai pada abad ke-10. Salahsatunya makam tua Fatimah binti Maimun, di Desa Leran Kecamatan Manyar. Sejumlah ahli  berpendapat makam yang bertuliskan angka tahun 1.082 M ini merupakan salah satu bukti peninggalan pertama arkeologi Islam masuk di Asia Tenggara.

Selain makam yang ada di Pandurangga, sekarang Panrang di Vietnam. Lokasi makam yang berada di jalur pantai utara (Pantura) ini satu jalan dengan makam-makam Walisongo di yang ada di Jatim. Di sisi kiri akan ada papan besar bertuliskan Makam Fatimah Binti Maimun. Berjalan 200 meter menelusuri jalan paving, akan terlihat kompleks makam. Sayang, kondisi makam Fatimah binti Maimun ini kurang tampak terawat dan minim peziarah.

Sebagian pagar komplek makam yang terbangun dari batu bata roboh. Dan beberapa makam kuno yang berada satu kompleks, batu nisannya patah. Kendati menjadi bukti arkeologi pertama Islam masuk Asia Tenggara, makam ini kalah kesohor dibanding makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim.

Baca:  Revitalisasi Makam Sunan Giri Mengundang Kontroversi

Juru Kunci Makam, Hasyim (53) menilai makam ini memiliki bentuk yang unik. Model makamnya sangat unik, berbentuk cungkup dengan dinding dan atapnya terbuat dari batu putih kuno. Bentuk cungkup makamnya mirip dengan bentuk candi, meskipun telah dua kali dipugar, pada tahun
1979 hingga 1982 bentuk aslinya pun tidak berubah. Cuma beberapa batu yang rusak parah diganti dengan batu baru.

Cungkupnya berbentuk empat persegi panjang dengan atap berbentuk limasan yang mengerucut. Bagian kaki dan badan bangunan dihias dengan pelipitpelipit persegi. Dindingnya tebal, dengan ruangan yang sempit. Cungkup ini merupakan bangunan utama dan terbesar di kompleks makam. Dari sinilah beberapa orang berpendapat Fatimah binti Maimun memiliki kedudukan yang penting pada zamannya.

Baca:  Pimpro Kapal DKPP Gresik Tersangka Korupsi

Di dalam cungkup tersebut, selain Fatimah, ada empat makam lain yang dipercaya makam empat orang dayang Fatimah yaitu Nyai Seruni, Putri
Keling, Putri Kucing, dan Putri Kamboja. Nisan makamnya dihiasi dengan pahatan kaligrafi bergaya kufi ini selain memberikan petunjuk nama tokoh dan tahun meninggalnya, juga berisi bacaan basmallah, Al Quran Surat Ar Rahman ayat ke-26, Surat Ali Imran ayat ke-185, diakhiri dengan bacaan shadaqallahu wa shadaqa rasulu al Karim.

Nampaknya nisan ini ada persamaannya dengan nisan yang ditemukan di Phanrang (Thailand). Beberapa pemerhati sejarah purbakala menyatakan bahwa batu nisan tersebut berasal dari produk yang sama yaitu Cambay, India. Selain makam dalam bangunan utama ini, ada dua makam unik yang berada diluar cungkup, keduanya adalah makan penjaga Fatimah binti Maimun.

Baca:  Bangunan Kuno di Gresik Berpotensi Menjadi Aset Budaya

“Paket ziarah memang waktunya terbatas, jadi mereka jarang mampir ke sini, tapi mengingat ini adalah bukti peninggalan tertua Islam masuk Indonesia,” jelasnya. (*/ris) dikutip dari radar gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *