Home » Gresik » Wisata Kuliner Gresik » Kolak Ayam Gresik, Tradisi Buka Puasa Warisan Leluhur
Master tukang, tutorial pertukangan

Kolak Ayam Gresik, Tradisi Buka Puasa Warisan Leluhur

kolak ayam gresikKolak Ayam Gresik, Salah Satu Tradisi Buka Puasa di Gresik merupakan kuliner khas leluhur. Ribuan warga Desa Gumeno dan warga dari berbagai daerah sekitar berkumpul di Masjid Jami’ Desa Gumeno, Kecamatan Manyar untuk menikmati buka bersama kolak ayam jantan, Sabtu  (11/8/2012). Tradisi Kolak ayam gresik ini merupakan warisan Sunan Dalem (Sanggring) sejak 487 tahun silam.

Kolak ayam gresik warisan leluhur dibuat dari ayam jantan kampung (Jago), daun bawang merah, jinten, gula merah dan santan kelapa. Proses pembuatannya yaitu dari daging ayam jago yang sudah dimasak dalam kuali besar sampai matang kemudian kaldunya disimpan terpisah dan daging ayam di suwir-suwir oleh anak-anak warga Desa Gumeno di Masjid.

Begitu juga bapak-bapak memeras santan dan memotong daun bawang merah serta memasak di sekitar masjid. “Ibu-ibu yang memarut kelapa karena tidak boleh menggunakan mesin,” kata Adzim (40), panitia masak kolak ayam. Jumlah ayam yang dimasak dalam tradisi ini selalu meningkat setiap tahunnya, yang mana tahun 2011 hanya memotong ayam jago 175 ekor, tahun ini meningkat menjadi 223 ekor.

Baca:  Nikmatnya Kerang Simping Khas Gresik

Begitu juga dengan rempah-rempah dan bumbu yang digunakan juga bertambah banyak. Misalnya kelapa tahun lalu 500 biji naik menjadi 600 biji, daun bawang merah 1,3 kwintal menjadi 1,5 kwintal dan jinten 23 kg naik menjadi 30 kg. “Untuk biaya memasak didapatkan dari kas masjid dan dibebankan kepada warga sekitar yang memesan kolak ayam untuk dimakan sendiri bersama keluarganya,” imbuhnya.

PenikmatKolak ayam gresik ini tidak hanya berasal dari warga Desa Gumeno, tetapi juga dari daerah lain seperti Lamongan, Bojonegoro dan Kediri. Banyak warga yang mengajak keluarganya untuk menikmati kolak ayam di Masjid Jami’ Desa Gumeno. Banyak juga masyarakat yang mampir untuk menikmati kolak ayam warisan leluhur yang dilaksanakan setiap setahun sekali di malam 23 Ramadan “Kami warga Desa Gumeno akan selalu mewariskan tradisi ini sampai ke anak cucu,” pungkasnya.

Baca:  Sate Concong Kerang Hijau Manyar Gresik, Citarasa Khas Pesisir nan Menggoda

Gresik sebagai kota santri memang mempunyai banyak kuliner khas yang berkaitan dengan ritual keagamaan. Berbagai kuliner tersebut mencerminkan keberagaman tradisi. Gresik yang merupakan kota pelabuhan pada jaman dahulu merupakan pusat perdagangan dan persinggahan para pedagang. Para pedagang inilah yang mewariskan banyak budaya dan tradisi yang ikut mewarnai budaya lokal. (sry/gresik.co)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *