Home » Griya » property » Mengenal Perbedaan Kualitas Keramik, Keramik KW 1, KW2, dan KW3
Master tukang, tutorial pertukangan

Mengenal Perbedaan Kualitas Keramik, Keramik KW 1, KW2, dan KW3

Dipasaran bahan bangunan keramik banyak sekali ragamnya termasuk merek dan kualitasnya. Masyarakat mengenal keramik dengan kualitas mulai KW1, KW2, hingga KW3.

Perbedaan kualitas keramik kw1 kw2 dan kw3

Kualitas keramik KW1 merupakan kualitas terbaik yang dihasilkan dengan ukuran yang presisi dan akurat. Namun bagaimana dengan keramik kw2 dan kw3. Seringkali masyarakat awam menganggap keramik kw2 dan keramik kw3 sebagai barang palsu yang dibuat olehpabrik lain dengan merek sama, Padahal bukan seperti itu.

Baik keramik kw1 maupun kw3 sebenarnya diproduksi dalam waktu bersamaan. Hanya saja ketika proses seleksi atau grading ada beberapa yang tidak memenuhi syarat. Misalnya ada sedikit cacat, warna kurang presisi, terdapat sedikit bercak, dll.

Apakah keramik kw 2 dan kw3 tidak sekuat keramik kw1? Ini tidak sepenuhnya benar, sebab seperti diulas produksinya bersamaan.

Namun bagi konsumen tentu kita harus teliti dalam memilih keramik jangan sampai membeli keramik kw2 dengan harga kw1. Perhatikan pada kardus packing keramik karena disana ada keterangan mengenai kualitasnya.

Kenapa Kualitas Keramik bisa Berbeda?

Ada banyak faktor penyebab perbedaan kualitas keramik, salah satunya adalah pembakaran yang tidak merata.

Baca:  Prosedur Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan

Misalkan bagaimana proses pembakaran, selisih harga, dan tanda pada kemasannya. Dalam proses pembakaran keramik, bisa saja terjadi ketidaksempurnaan pada hasil akhirnya sehingga bagian quality control(QC) perusahaan keramik harus membagi kategorinya. Nah yang lulus uji kualitas akan masuk kategori KW 1.

Contoh, pada keramik yang permukaannya mengkilap, terlihat kilapnya merata, natnya rapi atau presisi, dan bebas dari noda yang dapat mengganggu tampilan keramik. Sisa dari proses KW 1 inilah yang sering dikatakan sebagai keramik bermutu KW 2 dan KW 3. Pada KW 2, menurut Heru, kekurangannya sangat samar sehingga sulit dilihat oleh orang awam. “Biasanya tukang yang berpengalaman bisa tahu. Lapisan pada permukaannya kilap tidak merata, terdapat noda berupa corak retak rambut dan bintik hitam atau yang sering dikatakan tahi lalat.

Baca:  Cara Menjual Rumah yang Masih Belum Lunas KPR

“Namun, walau ciri itu tampak, kenyataannya tetap saja selalu sama dengan yang KW 1,” kata Heru Santoso, Marketing Director Niro Granite. Lalu, bagaimana dengan yang masuk dalam kategori KW 3? Biasanya bisa dilihat dari bentuk nat yang miring dan tidak presisi. Pada permukaannya juga terlihat retak rambut dan noda hitam seperti KW 2. “Selain KW 1, KW 2, dan KW 3, ada juga istilah KW ‘P’ atau kualitas proyek yang kondisinya ada di antara KW 1 dan KW 2,” kata Heru. Biasanya keramik KW 3 kerap dianggap memiliki kualitas “parah”.

Namun, jangan khawatir. Walau demikian kondisinya, keramik ini tetap bisa ditampilkan dengan cantik. Kondisi nat yang tidak presisi dapat disiasati dengan membuat bagiannya lebih lebar, misalnya antara 3 mm sampai 5 mm. Cara lain adalah dengan memasangnya memakai sistem tata bata sehingga natnya tidak sejajar. Beda kualitas, pasti beda juga harganya. Jika dibandingkan dengan KW 1, selisih harga KW 2 per boks sekitar Rp3.000 sampai Rp5.000.

Baca:  Wow..., Ada Teknologi Rumah Instan Bernama Risha

Untuk keramik merek terkenal, sebut saja Roman, selisih harganya mencapai Rp5.000 sampai Rp8.000. Adapun keramik yang KW 3, selisih harga dengan KW 1 bisa Rp3.000 sampai Rp8.000. Biasanya terdapat perbedaan kemasan antara keramik KW 1, KW 2, dan KW 3. Pada kardus KW 1, kemasannya tertulis KW 1 atau ‘A’, sedangkan KW 2 terdapat tambahan sampel KW 2. Untuk keramik KW 3, kardusnya polos sehingga sering tampil tanpa merek.

 

Kata Pencarian:

perbedaan keramik kw (3),cara membedakan keramik kw (1),harga keramik kw 2 (1),Harga keramik kw2 (1),jual keramik gresik (1),Jual kramik di kudus (1),keramik kw2 (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *