Home » Hukum dan Kriminal » Dedek-dedek Gemes, Jaringan Prostitusi Pelajar Kota Pahlawan
Master tukang, tutorial pertukangan

Dedek-dedek Gemes, Jaringan Prostitusi Pelajar Kota Pahlawan

Dunia lendir bak puncak gunung es yang menyimpan persoalan besar. Bahkan di kota pahlawan yang sudah membubarkan dolly dan meminimalisir pelacuran bisnis prostitusi terus menggeliat via media sosial.

Bisnis prostitusi via media sosial sudah menjamur. Ini dimanfaatkan para mucikari. Itu pula yang dilakukan Teddy Daru Murti. Dia mencari pelajar yang bisa dipekerjakan melalui jejaring sosial Facebook (FB). Teddy kemudian mendapatkan pelanggan dari BlackBerry Messenger (BBM).

Dedek gemes

Bisnis Teddy tersebut akhirnya dibongkar Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya. Mereka menangkap Teddy di sebuah hotel bintang tiga di Jalan Basuki Rahmat. Saat ditangkap, Teddy sedang naik sepeda motor dan memboncengkan dua remaja perempuan. Dua ABG yang sama-sama berusia 16 tahun itu berinisial ELS dan SSL.
“Mereka ini masih kelas X SMA,” ucap Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete kemarin (13/4).

Baca:  Pak Guru Nakal, Setubuhi Muridnya Selama 2 Tahun

Selama sepekan terakhir, Teddy memang menjadi target operasi (TO) penangkapan polisi. Sebab, polisi sudah berkali-kali menerima informasi beberapa pelajar perempuan yang keluar masuk hotel. Pemberi informasi juga menyebutkan, ada seorang lelaki yang selalu mengantar dan menunggu di lobi hotel.

Polisi kemudian menyelidiki beberapa petunjuk yang dibeberkan informan tersebut dan menemukan nama Teddy. Hingga akhirnya Selasa (12/4) polisi menerima kabar ada aktivitas check-in hotel atas nama Teddy. Petugas bersiaga sejak sore. Mereka menungguTeddy di hotel itu.
“Pelaku memang selalu mengantar langsung ke tempat yang sudah disepakati pelanggan,” lanjut Takdir.

Setelah Teddy muncul bersama kedua ABG, polisi yang menyamar langsung menangkapnya. Tiga orang itu kemudian dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Dari lokasi penangkapan, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Antara lain uang tunai Rp 200 ribu, bukti transfer yang dikirim pelanggan kepada Teddy, selembar bukti check-in hotel, serta pakaian dan motor pelaku.

Baca:  Pasangan Nekat Mesum di Halaman Masjid, Pakai Tikar dari Spanduk

Teddy Daru Murti, mucikari untuk pelajar punya cara sendiri untuk menjaring anak buah dan pelanggan. Tersangka kasus mucikari pelajar itu mencari anak buah secara acak lewat Facebook. Kontak BBM dan nomor telepon diminta agar mudah berkomunikasi. Sementara itu untuk mencari pelanggan, Teddy cukup mencarinya di daftar kontak BBM. Pelanggannya adalah orang-orang terdekat.

“Bukan orang elite. Orang-orang kelas menengah kok,” ucapnya pada penyidik kepolisian, kemarin.
Harga pelayanan dedek-dedek gemes usia SMA yang ditawarkan bervariasi. Mulai dipatok dengan tarif Rp 1,5 hingga Rp 2,5 juta untuk short time. Bergantung lobi harga dengan calon pelanggan. Pelanggan diwajibkan membayar DP lebih dulu minimal 50 persen dari harga yang disepakati. Uang itu ditransfer ke rekening Teddy.

Baca:  Parah, Tiga Siswa SD Diduga Perkosa Temannya

“Mereka ini sudah menjual diri sebelum kenal sama saya. Makanya, saya cuma bantu tawarkan aja,” dalih lelaki yang telah memiliki dua anak itu. (JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *