Home » Hukum dan Kriminal » Nasib Bunga, Diperkosa Bapak Tiri dan Dijual Ibu Kandung
Master tukang, tutorial pertukangan

Nasib Bunga, Diperkosa Bapak Tiri dan Dijual Ibu Kandung

Pamekasan – Nasib Bunga, Diperkosa Bapak Tiri dan Dijual Ibu Kandung. Kasus perkosaan yang menimpa Bunga (bukan nama sebenarnya), warga Jl Trunojoyo, Pamekasan, Madura, Jatim, mengundang protes pegiat perempuan Woman’s Crisis Centre (WCC) Pamekasan.

Bunga adalah korban perkosaan ayah tirinya, kemudian juga dijual ke pria lain. Kasus ini sempat dilaporkan ke Polres Pamekasan, namun dicabut kembali. Karena itu , WWC Pamekasan mendesak Polres Pamekasan untuk melanjutkan kembali proses hukum atas kasus ini.

Korban yang berusia 17 tahun dan masih kelas II di salah satu SMA swasta di Pamekasan itu bukan hanya diperkosa tapi juga dijual ke pria lain sebanyak dua kali.

Ketua WWC Pamekasan, Nur Hasanah, mengatakan, perbuatan ayah tirinya, RHH (32), bukan hanya tindakan perkosaan terhadap anak di bawah umur, tapi juga perdagangan manusia.

“Kami mengerti kasus ini dicabut. Tapi pencabutan itu hasil rekayasa ibu kandung dan ayah tiri korban. Kami memprotes keras tindakan polres yang tidak profesional dan melawan hukum karena tidak menindaklanjuti dan tidak mengembangkan kasus ini secara menyeluruh dan tuntas,” papar Nur Hasanah kepada seusai menghadap Kapolres Pamekasan, Sugeng Muntaha, Senin (12/10/2015).

Nur Hasanah yang saat itu didamping K Bahri Asrofi, mantan Panglima FPI Madura, juga bercerita kepada Kapolres ihwal detail kasus perkosaan dan pedagangan manusia yang menimpa korban.

Diceritakan, kasus perkosaan ini terjadi pada Desember 2014 lalu, di rumah korban di malam hari. Saat itu, IYL, ibu korban, pulang kampung ke Surabaya karena hendak melahirkan anak ketiga.

Baca:  Pedih.., Ketika Ayah Pergoki Putri Kecilnya Bersetubuh dengan Pacar di Kamar

Saat itu korban tidur sendirian di kamarnya. Di bawah ancaman, korban dipaksa melayani nafsu bejatnya, sembari mulutnya dibekap pakai tangan. Speekan kemudian, korban kembali diperkosa dan diancam agar tidak memberitahu siapapun.

Namun karena sakit hati terhadap ayah tirinya, Bunga melaporkan perbuatan itu kepada tetangga dekatnya.

“Kebetulan, ketika masih belum sekolah, korban sudah dekat dengan salah seorang tetangganya dan sudah dianggap anak sendiri, sehingga korban menceritakan itu kepada tetangganya,” kata Nur Hasanah.

Karena takut peristiwa itu terjadi lagi, korban pulang ke Surabaya menemui ibunya hingga lebih dari sepekan dan bolos sekolah. Namun korban tidak berani melaporkan, khawatir mengganggu kandungan ibunya.

Pada Kamis (1/1/2015) lalu, korban pulang ke Pamekasan karena dihubungi ayahnya, mengingat pada Jumat (2/1/2015) masuk sekolah. Tapi ketika tiba di rumah di Pamekasan, guru sekolahnya yang kebetulan pengurus takmir di masjid di sekitar rumahnya, menemui korban.

Guru sekolahnya meminta Bunga pulang ke Surabaya, tidak boleh tinggal di rumah karena tidak ada ibunya. Begitu juga urusan kepindahan sekolahnya akan diurus. Sebab jika korban tetap di rumah itu, berdampak buruk bagi korban.

Baca:  PSK Pamekasan Banyak ML di Mobil

“Rupanya tetangga sekitar termasuk guru sekolahnya, sudah mendengar peristiwa perkosaan yang menimpa korban. Saat itu juga kembali ke Surabaya sendirian,” kata Nur Hasanah.

Menjelang puasa, pertengahan Juni 2015 lalu, korban bersama ibunya pulang ke Pamekasan. Saat itu ibunya sudah melahirkan namun belum 40 hari, kaget karena mendapat cerita dari tetangga tentang tindakan ayah tirinya terhadap korban.

Lalu ibunya menanyai korban. Korban pun mengakui semua perbuatan ayah tirinya. Namun, ayah tirinya membantah memperkosa.

Malah, untuk meyakinkan, ayah tirinya akan membuktikan bahwa korban masih perawan dengan menyuruh temannya meniduri korban.

Saat itu juga, sekitar pukul 11.00 ayah tirinya mendatangkan seorang pria usia 50 an, asal Camplong, Sampang. Korban dipaksa melayani pria itu dan mendapat uang Rp 1,5 juta yang diterima ibunya.

Malam harinya, sekitar pukul 20.00, korban diajak ibu dan ayahnya ke sebuah diskotek di Surabaya. Di tempat itu, korban diperkenalkan kepada seorang pria lalu menemani tidur di hotel hingga menjelang subuh atas perintah ibunya.

Usai ditiduri seorang pria di hotel, korban pulang ke Pamekasan. Tapi tidak tinggal di rumah ibunya, melainkan di rumah tetangganya yang sudah dianggap kakeknya. Dan sejak seminggu ini, korban berada di tempat tersembunyi di bawah perlindungan WCC Pamekasan.

Baca:  KPK Tangkap Kakak dan Pengacara Saipul Jamil Terkait Suap Kasus Cabul?

Selanjutnya pada Selasa (18/8/2015) lalu, korban diajak ibunya, melaporkan kasus perkosaan yang dilakukan ayah tirinya ke Polres Pamekasan.

“Selama seminggu saya diperiksa oleh bagian perlindungan perempuan dan anak. Bahkan, saya dibawa ke RSUD Slamet Martodirjo, untuk dilakukan visum,” kata korban, yang ditemui terpisah.

Namun berselang beberapa hari kemudian, korban bersama ibu dan neneknya mendatangi Polres Pamekasan, untuk mencabut berkas laporan. Karena dipaksa dan ditekan, korban hanya menuruti saja.

Kapolres Pamekasan, AKBP Sugeng Muntaha, yang dimintai konfirmasinya mengatakan, kasus itu pernah dicabut oleh pelapor. Lalu sekarang lapor lagi. Apalagi kejadiannya Desember 2014 lalu. Dan sekarang ditambah laporan perdagangan wanita.

“Silakan, jika ada bukti baru sampaikan kepada kami. Kami siap menerima 24 jam. Jika ada pihak lain yang mau membantu masalah ini, tolong pelajari dulu kasusnya, baru melangkah. Jangan keburu berprasangka buruk,” kata kapolres.

Diakui, saat kali pertama korban melapor dan dimintai keterangan, penyidik tidak langsung memeriksa dan menangkap terlapor. Karena perlu pembuktian dan memeriksa saksi korban, termasuk saksi korban dan saksi lain. (Sumber:Surabaya.tribunnews.com)

Kata Pencarian:

anak madura diparkosa (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *