Home » Hukum dan Kriminal » Ritual Dukun Pengganda Uang, Setubuhi Korbannya Sampai Kelenger
Master tukang, tutorial pertukangan
doa mencari pesugihan

Ritual Dukun Pengganda Uang, Setubuhi Korbannya Sampai Kelenger

Ritual Dukun Pengganda Uang, Setubuhi Korbannya Sampai Kelenger. Ada-ada saja kelakuan pelaku dan korban penggandaan uang ini. Bahkan meskipun tidak masuk akal, para korban masih bisa termakan bujuk rayu sang dukun gombal.

Anggota Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat menangkap seorang dukun berinisial SJ yang melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus menggandakan uang.

doa mencari pesugihan

“Saat ini korbannya sudah tiga orang, tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Diki Budiman di Sukabumi, Minggu (31/01/2016).

Ia menjelaskan dalam melakukan aksinya tersangka meminta uang kepada korbannya untuk berkisar Rp2 juta hingga Rp6 juta dengan beberapa kali pembayaran.

Dengan uang tersebut lanjutnya para korbannya dijanjikan uang Rp500 juta jika sudah menyelesaikan seluruh ritual menggandakan uang.

Bahkan, korbannya tidak hanya tertipu uang saja, tetapi saat menjalankan ritual tersebut korban yang seluruhnya wanita disetubuhi tersangka hingga beberapa kali dengan alasan untuk mempercepat uang yang dimaharkan itu bisa cepat berlipat ganda.

Baca:  ABG Lugu Diperawani Satpol PP Usai di Razia

“Untuk menarik perhatian korban, SJ memberikan angin surga bahwa ritual yang telah dilakukannya inj sudah berjalan lama dan tidak pernah ada yang gagal sehingga korban menjadi tertarik dan rela memberikan sejumlah uang bahkan disetubuhi,” tambahnya.

Diki mengatakan saat ini tersangka sudah mendekam di sel Mapolres Sukabumi Kota, untuk korban seluruhnya warga Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Untuk mempertanggungjawabkan ulahnya itu tersangka dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

 

Rimanews

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *