Home » Ilmu Bisnis » Kenapa UMKM Lebih Tahan Krisis Dibanding Perusahaan Besar?
Master tukang, tutorial pertukangan

Kenapa UMKM Lebih Tahan Krisis Dibanding Perusahaan Besar?

Kenapa UMKM Lebih Tahan Krisis Dibanding Perusahaan Besar?. Krisis ekonomi menjadi momok yang menakutkan bagi semua kalangan, baik itu dari pemerintah sebagai pengambil kebijakan, swasta sebagai penggerak roda perekonomian nasional yang meliputi perusahaan skala nasional dan global dan juga sektor riil, dalam hal ini usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Ambil contoh ketika krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada tahun 1997 (paling parah), 2008 (krisis subprime mortgage di Amerika Serikat) dan 2013 (kondisi keuangan global yang melemah), banyak perusahaan besar di Indonesia yang kolaps dan akhirnya tutup operasi karena krisis moneter.

Namun berbeda dengan perusahaan besar tersebut, ternyata sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) lebih tahan banting terhadap krisis keuangan. Lantas apa yang menjadikan UMKM kuat dari serangan krisis?

Baca:  Rahasia Sukses Bisnis Para Pengusaha Besar Dunia

Dirangkum dari beberapa sumber, berikut ulasannya:

1. Local Hero

UMKM menghasilkan barang konsumsi dan jasa yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pendapatan masyarakat yang merosot ketika krisis ekonomi terjadi tidak berpengaruh banyak terhadap permintaan barang dan jasa yang dihasilkan UMKM. Ini berbeda dengan kondisi usaha skala besar yang justru bertumbangan saat krisis terjadi. UMKM malah bisa tetap mampu bergerak dan menyerap tenaga kerja meski jumlahnya terbatas. Masyarakat bertahan hidup dari sektor UMKM ini.

2. Sumber daya

Pelaku usaha UMKM umumnya memanfaatkan sumber daya lokal, baik itu untuk sumber daya manusia, modal, peralatan, hingga bahan baku. Artinya, sebagian besar kebutuhan UMKM tidak mengandalkan barang impor. Ini yang mengakibatkan UMKM tahan terhadap krisis karena tidak ada kaitan dengan barang impor untuk tetap berproduksi.

Baca:  Potensi dan Analisa Bisnis Kerajinan Bambu

3. Pinjaman modal

Umumnya bisnis UMKM tidak ditopang dana pinjaman dari bank, melainkan dari dana sendiri atau beberapa orang. Dengan kondisi itu, ketika sektor perbankan terpuruk ataupun suku bunga melambung tinggi, UMKM pun tidak terpengaruh. (nas)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *