Home » Jawa Timur » Asing Ingin Menguasai Industri Rokok Jatim
Master tukang, tutorial pertukangan

Asing Ingin Menguasai Industri Rokok Jatim

industri rokok jatimJawa Timur – Industri rokok Jatim kretek terancam punah dari bumi Indonesia. Sekitar 3 juta petani tembakau di Jawa Timur akan kehilangan pekerjan dan pemerintah akan kehilangan pendapatan sekitar Rp 100 triliun. Hal itu terjadi jika Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang  Pengamanan Zat Adiktif Produk Tembakau ditandangani oleh presiden.

Demikian diungkapkan Dedy Suhajadi, Ketua Tim Penyelamatan Industri Hasil Tembakau (IHT) Jatim, di Surabaya, akhir pekan lalu. “Rokok kretek adalah industri asli Indonesia. Sekarang ini terjadi perang dagang dengan rokok putih atau rokok mesin yang berasal dari impor. Ada dugaan konspirasi perusahaan rokok asing yang berusaha mematikan industri rokok nasional termasuk industri rokok jatim.

Sayangnya yang dijadikan alat adalah pemerintah dengan menyusun RPP itu,” papar Dedy. Ia menyebutkan, pemerintah sedang gencar  membahas RPP yang ujungujungnnya akan membatasi dan menutup semua pabrik rokok di Indonesia.

Baca:  Pilgub Jatim 2013, Kapolda Jakarta Siap Hadapi Soekarwo

“Ternyata, upaya pemerin tah itu dimanfaatkan investor asing dengan mendekati salah satu pabrik rokok besar di Jatim. Investor asing itu akan membeli 100 persen pabrik rokok itu. Kabarnya investasi yang ditawarkan sekitar Rp 50 triliun,” kata Dedy. Ia meyakini jika  investor asing tersebut tahu kalau pemerintah sedang menyiapkan aturan yang melarang industri rokok. Bahkan kegiatan promosinya pun juga diatur. “Menurut saya, RPP itu adalah atas tekanan asing yang ingin menguasai industri rokok di Indonesia,” kata dia.

Ia menambahkan, Pemprov Jatim bersama Kadin Jatim dan Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya tetap menolak RPP itu. “Pada Rabu dan Kamis (25-26/ 7) kami telah bertemu dengan Siti Fadhilah Supari (Dewan Pertimbangan Presiden bidang kesehatan), dan komisi IX DPR RI untuk menyampaikan aspirasi petani Jatim,” ungkapnya.

Baca:  Ekonomi Jawa Timur Melaju Lebih Kencang

Menurut Dedy, ada kesalahan yang sangat fundamental dalam RPP itu, yaitu mengatur industri rokok, melarang petani menanam tembakau, dan pembatasan iklan rokok. Mestinya RPP itu cukup mengatur manusianya, bukan mengatur industri dan promosi industri
rokok. Misalnya, imbauan agar tidak merokok, adanya aturan kawasan bebas rokok, dan kawasan terbatas rokok.

Ketua Gapero Surabaya Sulami Bahar mengatakan RPP itu disusun tidak melalui kajian akademik dan hanya mendengarkan laporan sepihak, dalam hal ini dari para dokter. Sementara petani dan pelaku industri rokok tidak dilibatkan.

Karena itu, lanjut Sulami, Gapero dan industtri roko jatim minta agar RPP itu dibatalkan. Gapero juga minta agar industri rokok jatim tidak lagi mengimpor tembakau. “Untuk meningkatkan kesejahteraan petani Jatim, impor tembakau harus dilarang,” tegas dia. Sulami mengungkapkan volume impor tembakau jenis virginia terus naik. Jika tahun 2011 lalu sebanyak 53 ribu ton maka tahun ini diperkirakan sebanyak 55 ribu ton.

Baca:  Properti Jatim Masih Terus Bergairah

Sedangkan penerimaan cukai dari rokok dan tembakau tahun 2011 sebanyak Rp 73,8 triliun, dimana Jatim menyumbang Rp 43,8 triliun, atau sekitar 60 persen. “Tahun 2012 cukai dari rokok ditargetkan setor Rp 80 triliun. Jumlah itu belum termasuk dari Pajak Pertambahan Nilai yang berasal dari IHT. Padahal penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi tahun 2011 sebesar Rp 27 triliun,” kata dia. (za/hen/jpnn/rdrsby)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *