Home » Jawa Timur » DPRD Jawa Timur Isyaratkan PG Gempolkrep Beroperasi Lagi
Master tukang, tutorial pertukangan

DPRD Jawa Timur Isyaratkan PG Gempolkrep Beroperasi Lagi

DPRD jatim dan PG GempolkerepJawa Timur – Kasus pencemaran yang dilakukan Pabrik Gula (PG) Gempolkrep membuat  kalangan DPRD Jatim dilema. Di satu sisi, pencemaran yang dilakukan membayakan lingkungan. Tapi di sisi lain, para wakil rakyat Jatim ini juga prihatin dengan nasib para petani tebu karena tidak bisa menjual hasil penen tebunya ke PG Gempolkrep.

Padahal, saat ini sudah panen dan sudah musim giling. “Tapi, kita juga tidak bisa berdiam diri terus seperti ini,” ungkap Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim Anna Luthfie, kemarin. Politisi asal PAN ini mendesak secara serius agar PG bisa segera dioperasionalkan lagi secara normal. Namun, lanjut dia, harus dengan syarat Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) PG Gempolkrep sudah diperbaiki, supaya limbah tidak memberikan pengaruh negatif pada lingkungan.

Ia juga mengungkapkan alasan secara ekonomis, yaitu kalau PG Gempolkrep tidak segera dioperasionalkan para petani tebu akan sangat dirugikan. Secara sosial, tambah dia, juga bisa berakibat disharmonis di masyarakat juga akan mengganggu agenda swasembada gula 2014 nanti. Selain itu, ia mengatakan bahwa tim konsultan lingkungan Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Sucofindo juga sudah memberikan  rekomendasi untuk dibuka.

Baca:  Pilgub Jatim 2013, Kapolda Jakarta Siap Hadapi Soekarwo

Karena, kata dia, Komisi B minta supaya BLH (Badan Lingkungan Hidup) Jatim melakukan pengawasan secara objektif dan jangan terlalu masuk pada wilayah yang mengada-ada. BLH juga diminta untuk menggunakan Sucofindo dan tim konsultan lingkungan ITS supaya dijadikan pembanding atas temuan dari BLH. Pihaknya akan beri rekomendasi untuk membuka PG Gempolkrep atas dasar temuan tim tersebut bukan tanpa dasar. “Kami ingin segera menyelamatkan petani tebu,” tegas dia.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi B Agus Dono meminta PTPN X bertanggungjawab, khususnya atas ketidakpastian nasib para petani tebu  pascasanksi yang dijatuhkan Pemprov Jatim pada PG Gempolkrep. Mengingat sebagai instansi struktural seharusnya PTPN X menanggung persoalan tersebut.

Dikatakan, PTPN X memiliki kewenangan terhadap PG menyelesaikan persoalan yang ada, mulai soal IPAL milik PG Gempolkrep yang bocor hingga
masalah petani tebu yang tidak bisa giling. “PTPN X tidak boleh cuci tangan,” tegas Agus Dono, kemarin. Termasuk, lanjut politisi asal Demokrart
ini, menanggung ongkos angkut untuk dikirim ke PG lain kepada para petani tebu yang saat ini tidak bisa giling di PG Gempolkrep yang ditutup  karena masalah IPAL

Dikatakan, kebijakan Gubernur Soekarwo untuk menutup IPAL milik PG Gempolkrep tidak bisa dilihat sebagai bentuk kesewenangan yang   menyengsarakan petani. Dikatakan, sikap gubernur tersebut merupakan kewenangan seorang kepala daerah dalam melindungi rakyatnya.  Dikatakan, kasus pencemaran limbah PG Gempolkrep ke Kali Surabaya telah berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat yang selama ini mengkonsumsi Kali Surabaya untuk minum.

Baca:  Jatim Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

“Saya kira apa yang dilakukan gubernur sudah benar sebagai seorang kepala daerah yang melindungi rakyatnya. Sebaliknya, seharusnya PTPN X  turun tangan menyelesaikannya. Apalagi keuntungan yang mereka peroleh selama ini cukup besar sebagai produsen gula,” lanjutnya. “Jangan kemudian membenturkan petani tebu dengan gubernur,” tambah dia.

Terpisah, anggota Komisi B lainnya, Freddy Purnomo menengarai sikap PTPN X yang sengaja cuci tangan sebagai keinginan dari perusahaan plat merah ini untuk impor gula. Indikasi ini terlihat tidak ada upaya PTPN X menyelesaikan permasalahan petani tebu yang selama ini memasok tebu di PG Gempolkrep termasuk melakukan upaya pendampingan kepada PG Gempolkrep untuk memperbaiki IPAL

“Kita kan tahu Jawa Timur selama ini menolak impor gula karena memang stok yang ada cukup besar. Selain gubernur ingin melindungi petani tebu yang jumlahnya ribuan orang. Karenanya saya melihat ada indikasi permainan pusat melalui PTPN X untuk dilakukan impor gula,” tegas politisi asal  Partai Golkar Jatim ini dengan nada tinggi. (rou/jpnn/rdrsby)

Baca:  Di Cabuli Ayah Tiri Sampai Hamil

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *