Home » Jawa Timur » Harga Sembako Jatim Dikawal Ketat untuk Menghindari Gejolak
Master tukang, tutorial pertukangan

Harga Sembako Jatim Dikawal Ketat untuk Menghindari Gejolak

harga sembako jatimJawa Timur – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memperpanjang masa subsidi ongkos angkut sembako dari pabrik/produsen ke 133 pasar yang tersebar di seluruh Jatim. Kebijakan ini diambil sebagai langkah konkrit untuk tetap menjaga kestabilan harga sembako jatim hingga selesai Lebaran.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, pada awalnya Pemprov Jatim menetapkan kebijakan masa penggratisan ongkos angkut sembako dimulai sebelum bulan puasa hingga H-3 Lebaran, namun ia mengkhawatirkan ada pihak yang sengaja memanfaatkan kebijakan ini dengan menimbun sembako lalu menjualnya dengan harga tinggi setelah selesai Lebaran.

Oleh sebab itu, lanjut Pakde Karwo, demi kepentingan masyarakat Jatim dan menjaga stabilisasi harga sembako jatim, Pemprov Jatim siap  memperpanjang masa subsidi ongkos angkut hingga setelah Lebaran. “Jadi bagi penimbun sembako, sebaiknya urungkan niat. Jika tidak, anda rugi besar. Kami siap perpanjang subsidi jika ada gejolak harga sembako” ujarnya.

Baca:  PKNU Jatim Masih Dilema Dukung Kandidat Pilgub Jatim

Pakde Karwo mengungkapkan, sejauh ini Pemprov Jatim telah menghabiskan dana Rp 2,07 miliar untuk subsidi ongkos angkut sembako,
sedangkan dana yang disiapkan untuk keseluruhan subsidi adalah Rp 12,5 miliar. Hasilnya, harga sembako Jatim relatif stabil, bahkan menurun. Ia mencontohkan, jenis bahan pokok yang mengalami penurunan antara lain beras premium (KW 1) semula Rp 8.147 per  kilogram menjadi Rp 8.073 per kilogram atau mengalami penurunan sebesar Rp 73 per kilogram.

Gula pasir tanjung semula Rp 12.655 per kilogram menjadi Rp 12.110 per kilogram atau mengalami penurunan sebesar Rp 545 per kilogram. Minyak goreng curah kemasan botol semula Rp 10.960 per kilogram menjadi Rp 10.619 per kilogram atau mengalami penurunan sebesar Rp 341 per kilogram. Cabe merah besar semula Rp 19.042 per kilogram menjadi Rp 18.513 per kilogram atau mengalami penurunan sebesar Rp 528 per kilogram.

Baca:  Pengecut!, Mobil Bupati Sumenep Kabur Usai Tabrak Pejalan Kaki

Cabe rawit semula Rp 14.692 per kilogram menjadi Rp 13.133 per kilogram atau turun sebesar Rp 1.558 per kilogram. Selain itu,  penurunan harga juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih. Bawang merah semula Rp 9.517 per kilogram menjadi Rp 9.293 per kilogram atau turun sebesar Rp 223 per kilogram. Dan bawang putih semula Rp 15.342 per kilogram menjadi Rp 15.112 per kilogram atau
mengalami penurunan sebesar Rp 230 per kilogram.

Kestabilan harga sembako jatim memang menjadi priritas untuk menjaga inflasi selama bulan suci ramadhan, jika gejolak harga tidak bisa ditekan akan merembet pada kenaikan harga sektor lain. Pak De karwo juga menghimbau agar para pedagang tidak melakukan spekulasi dengan penimbunan karena justru akan merugikan.(rin/jpnn/ed:gresik.co)

Baca:  Jawa Timur Favorit Investor Asing

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *