Home » Jawa Timur » Jatim Fair 2012 Dibuka Oleh Soekarwo
Master tukang, tutorial pertukangan

Jatim Fair 2012 Dibuka Oleh Soekarwo

jatim fair 2012
foto:beritasurabaya.net

Jatim Fair 2012 Dibuka Oleh Soekarwo Gubernur Jawa Timur. Pemprov Jatim menggelar pameran terbesar di Indonesia, Jatim Fair 2012. Kegiatan yang digelar di pelataran Grand City Surabaya dalam rangka peringatan Hari Jadi Jatim ke-67 itu, dibuka Gubernur Soekarwo, Jumat malam (5/10).

Di hadapan pengunjung, Pakde Karwo (panggilan akrab Soekarwo) memaparkan perkembangan ekonomi serta pendapatan masyarakat Jatim. Dikatakan, tingkat pendapatan masyarakat tahun 2012 mencapai 27 juta, naik 68 persen jika dihitung setara dengan USD 3000 US. PDRB Jatim mencapai Rp 1000 triliun lebih. “Di luar negeri kalau sudah mencapai angka tersebut pesta besar-besaran,” tutur Soekarwo, kemarin malam.

Karena itu, dirinya mengucapkan terima kasih pada masyarakat dan pengusaha Jatim sebagai petarung ekonomi yang gigih. “Insya Allah tahun 2013 pendapatan per kapita masyarakat naik 17 persen atas harga berlaku dan 7 persen atas harga konstan rata-rata per tahun,” ujar dia.

Artinya, lanjut dia, tahun 2013, pendapatan perkapita masyarakat Jatim kurang lebih naik 90 persen dari akhir tahun 2008. Hal ini dinilai Soekarwo sebagai lompatan ekonomi yang luar biasa, yang dilakukan pengusaha, masyarakat, dan media.

Baca:  CPNS Pemprov Jatim 7.396 Dinyatakan Gugur

Jatim, kata dia, adalah provinsi yang ramah pada para investor asing. Mereka dapat menanamkan investasinya secara aman dan nyaman. Hal ini juga atas kerja keras aparat keamanan. Mengenai perdagangan antarprovinsi, semester I tahun 2012 Rp 140,9 triliun dari prediksi Rp 300 triliun.

“Kita menerima barang-barang dari provinsi lain kurang lebih 113 triliun. Terjadi surplus Rp 27 triliun masuk kantongnya Jatim, masuk UMKM dan industri kecil yang malam ini antre ikut di ajang ini. Karena merasa tempat ini adalah tempat yang tepat untuk memperkenalkan produknya dengan kualitas yang terbaik,” tutur dia, sumringah.

Sebagai provinsi yang akan menjadi provinsi terbaik, tercatat perkembangan investasi naik 45 persen. Semester awal tahun ini tercatat Rp 60,8 triliun dari prediksi Rp 132 trliun. Artinya, Jatim akan menyumbang sebesar Rp 500 triliun atau 26 persen kepada investasi nasional.

Baca:  Gus Ipul Sowan ke Kyai Khos NU, Pemanasan Menjelang Pilgub

Harapan ke depan, kata dia, provinsi ini menjadi provinsi terbaik, terdepan dalam pertumbuhan ekonominya. “Apalagi hal ini didukung oleh situasi politik dan keamanan yang kondusif. Tidak ada gesekan yang saling melukai, tapi kegiatan yang saling mendukung sebagai bentuk kedewasaan hidup dalam pluralisme,” imbuh dia.

Sementara, Sekdaprov Rasiyo selaku ketua panitia melaporkan bahwa Jatim Fair 2012 terselenggara sebagai rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Jatim yang dimulai tanggal 5 hingga 14 Oktober 2012. “Jatim Fair diharapkan sebagai sarana yang tepat mempromosikan produk-produk kepada masyarakat.

Dan bagi pengusaha dapat sebagai motivasi untuk meningkatkan daya saing, prestasi, dan reputasi,” ungkap Rasiyo. Pameran ini tidak hanya diikuti oleh SKPD provinsi, kabupaten kota, serta BUMN, tetapi juga terdapat peserta dari luar negeri. “Peserta yang berasal dari luar negeri tercatat USA, Netherland, China, serta Polandia. Hal ini sekalian mengukuhkan bahwa Jatim Fair adalah pameran berskala internasional,” ucap dia.

Baca:  Penumpang Padati Tanjung Perak Surabaya

Ketua Penyelenggara Konsorsium Jatim Fair 2012, Murdaya Poo mengatakan, bertema Go East Java, pameran ini akan menampilkan kerajinan-kerajinan dari kabupaten kota, produk unggulan, furnitur, garmen, telekomunikasi, produk hasil olahan, dan masih banyak lagi.

Ia juga membeberkan bahwa perkembangan dari jumlah stan target transaksi dan pengunjung dari tahun 2010 sampai 2011 menunjukkan perkembangan signifikan. Pada 2010, peserta perusahaan sebanyak 212, jumlah stan 504, dan jumlah pengunjung 155 ribu orang serta transaksi Rp 33 milyar. Pada 2011, jumlah peserta 230, jumlah stan 540, dan transaksi
sebanyak Rp 540 miliar.

Sedangkan pada 2012, target transaksi diharapkan bisa mencapai Rp 50 miliar atau lebih, target pengunjung 200 ribu. “Hal ini dapat menggerakkan roda ekonomi pasar dan ekonomi kerakyatan serta mendayakan UMKM sehingga dapat menyerap tenaga kerja,” pungkas dia. (rou/rie/yud/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *