Home » Jawa Timur » Kompetensi Guru di Jawa Timur Patut Dipertanyakan
Master tukang, tutorial pertukangan

Kompetensi Guru di Jawa Timur Patut Dipertanyakan

kualitas guru jatimKompetensi guru  di Jawa Timur patut dipertanyakan dalam dunia pendidikan. Dalam ujian pendidikan latihan dan profesi guru (PLPG) di Jatim, ada sekitar 2.138 guru yang dinyatakan tidak lulus. Mereka yang tidak lulus ini harus mengikuti ujian ulang PLPG. Terpuruknya kompetensi guru dalam PLPG ini pun, makin menambah deret panjang kemerosotan perolehan nilai dan kualitas guru. Karena sebelumnya, nilai guru dalam uji kompetensi guru (UKG) dan uji kompetensi awal (UKA) telah merosot jatuh.

“Data yang ada, sekitar 2.138 guru yang tidak lulus PLPG,” kata Pembantu Rektor (PR) 1 Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kisyani Laksono, kemarin. Menurut Kisyani, Unesa sebagai Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menggelar PLPG, telah melaksanakan tugas dengan baik. Saat ini, pelaksanaan PLPG sudah memasuki gelombang keempat. Rencananya, penyelenggaraan PLPG dibagi hingga delapan  gelombang.

Total jumlah pesertanya, 11.650. Di LPTK Unesa, ada 3.409 peserta. Nah, dari jumlah tersebut, ada sekitar 2.138 peserta yang tidak lulus. Ketidaklulusan itu jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan peserta yang lulus ujian. Yaitu, 1.271 guru atau sekitar 38 persen. Artinya, lebih dari 65  persen guru tidak lulus. Beruntung, Kemendikbud kali ini memberikan kesempatan bagi peserta yang tidak lulus untuk mengikuti dua kali ujian ulang. “Kami masih memberikan kesempatan ujian ulang,” ujarnya.

Baca:  Perbaikan Kompetensi Guru

Ujian ulang pertama kata Kisyani, akan digelar hari ini (11/8). Materi yang diujikan tidak jauh berbeda dengan materi ujian sebelumnya. Kisyani menjelaskan, seperti tahun-tahun sebelumnya, nilai guru jatuh pada ujian tulis. Karena itu, mereka diminta untuk mempersiapkan diri dengan baik. ‘’Kalau tidak lulus ya… tidak dapat sertifikasi,” ujarnya.

Bagi guru yang tidak lulus, terang Kisyani, Unesa akan mengembalikan guru yang tidak lulus ujian ulang dua kali, kepada Dispendik kabupaten/kota setempat. Dalam penilaian ujian guru, Kemendikbud telah mengubah skor penilaian PLPG. Skor tes tulis tidak setinggi tahun sebelumnya. Skornya diperkecil menjadi 25 persen.

Tahun lalu, bobotnya hingga 40 persen. Kendati bobot sudah diperkecil, masih banyak peserta yang tidak lulus. Kelulusan PLPG sendiri ditentukan oleh beberapa penilaian. Skor ujian tulis 25 persen, skor ujian praktik 30 persen, hasil workshop 25 persen, skor partisipasi dalam pembelajaran
10 persen, dan skor teman sejawat 10 persen. Sementara itu, Ketua PLPG Jatim, Alimufie Arief menambahkan, ujian PLPG ulangan digelar hari ini. Namun, bagi peserta yang tidak lulus akan dikembalikan ke Dinas. “Besok (hari ini, red) ujian ulang PLPG. Peserta kompetensi guru harus serius,” terangnya (jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *