Home » Jawa Timur » Pagar Balai Kota Surabaya Segera Dirobohkan
Master tukang, tutorial pertukangan

Pagar Balai Kota Surabaya Segera Dirobohkan

balai kota surabayaPemkot Surabaya bakal merobohkan pagar yang mengelilingi Balai Kota Surabaya (Taman Surya). Itu dilakukan agar wajah salah satu ikon Kota Pahlawan yang mempresentasikan simbol birokrasi di Surabaya tersebut, lebih ramah di mata masyarakat. Rencana merobohkan pagar Balai Kota itu semakin dimatangkan. Khususnya di antara jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. “Iya, memang lebih bagus kalau Balai Kota tanpa pagar. Makanya kita mau menghilangkannya,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dengan wajah baru nanti, sebut Risma, warga Surabaya akan lebih leluasa menikmati salah satu bangunan peninggalan Belanda yang dulu dikenal dengan nama Staadhuis te Soerabaia tersebut. Sabtu (22/9) lalu, usai launching program Merdeka dari Sampah (MDS) di Bappeko, Risma bertemu sejumlah pejabat pemkot. Mereka yaitu Kepala Bappeko Hendro Gunawan, Kepala Bapemas Kepala Bappeko Hendro Gunawan, Kepala Bapemas Antik Sugiarti, Kabag Perlengkapan Noer Oemarijati, Kabag Umum Wiwiek Widiyanti.

Risma mengungkapkan keinginan membongkar pagar Balai Kota Surabaya . Hanya saja, aparat kepolisian menyampaikan kekhawatiran. Pasalnya, jika ada unjuk rasa, pagar tersebut sangat berguna sebagai pembatas. Waktu itu, sambung Risma, ia meminta Noer Oemarijati untuk mengeplot pengadaan kawat berduri yang dipakai saat unjuk rasa sebagai alternatifnya.

Baca:  CPNS Jatim 2012 Rekrutmennya Dipantau Ketat KPP - BKD

Selain tidak permanen, pemakaian pagar berduri tersebut bisa secara tentatif. “Tolong ya, Bu, kira-kira dengan kebutuhan di sekitar Balai Kota butuh berapa,” pinta Risma kepada Noer Oemarijati yang kemudian dijawab, “Siap, Bu.” Setelah dibuka pagar Balai Kota nanti, Risma menginginkan
ada tempat bersantai yang nyaman.

Jadi, kalau sekarang warga hanya bisa menikmati Balai Kota Surabaya pada hari Minggu, ke depan bisa setiap hari, khususnya sore sampai malam hari. Dalam sejarah yang dibukukan dalam buku Bangunan-Bangunan Cagar Budaya Surabaya (Bappeko, 2005), Balai Kota mulai dibangun pada tahun 1923 dan mulai ditempati pada tahun 1927. Arsiteknya, C. Citroen. Sementara, pelaksananya, H.V. Hollandsche Beton Mij. Biaya seluruhnya, termasuk perlengkapan dan lain-lain, menghabiskan dana sekitar 1.000 gulden.

Baca:  Petani Garam Jatim Protes Garam Impor

Ukuran gedung utama yaitu panjang 102 meter dan lebar 19 meter. Konstruksinya terdiri dari tiang-tiang pancang beton bertulang yang ditanam.
Sedangkan, dinding-dindingnya diisi dengan bata dan semen. Atapnya terbuat dari rangka besi dan ditutup dengan sirap. Kini, atap ini kemudian diganti dengan genteng. Bakal dirobohkannya pagar Balai Kota tersebut semakin menambah daftar panjang kebijakan populis pemkot.

Sebelumnya, pada 2008, pagar Balai Pemuda (De Simpangsche Societeit) telah dirobohkan. Kebijakan itu disambut positif warga. Menurut Kepala UPTD Balai Pemuda & GNI Nirwana Juda, mayoritas warga salut dengan penghilangan pagar di Balai Pemuda. “Saya banyak menerima masukan positif dengan dirobohkannya pagar Balai Pemuda,” jabarnya.

Baca:  Kaesang Jokowi Kerja Sosial di Dusun Gumeng Mojokerto Sampai Agustus

Juda juga mengungkapkan, pihak ketiga senang akan kondisi Balai Pemuda sekarang. Selain lebih ramah, wajah gedung yang menjadi dibangun pada 1907 itu, lebih tampak megah dari luar. “Imbasnya, banyak warga dan pihak ketiga yang berhasrat memakai Balai Pemuda untuk berkegiatan, baik di dalam gedung maupun di pelataran,” ungkapnya. (Aryashakti Adikusuma/asa/rie/yud/radarsurabaya/jpnn)

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *