Home » Jawa Timur » Pemprov Jatim Desak Pengusaha Beli Garam Petani
Master tukang, tutorial pertukangan

Pemprov Jatim Desak Pengusaha Beli Garam Petani

Pemprov Jatim Desak Pengusaha Beli Garam Petani. Sebagai salah satu wilayah produsen, namun harga beberapa komoditi di Jatim justru terpuruk. Kini giliran harga garam di beberapa daerah mulai merosot tajam. Merosotnya harga garam itu disinyalir karena ulah para pengusahanya. Akibatnya, petani garam yang harus merugi. Sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut, PemprovJatim mendesak agar kalangan pengusaha untuk segera menyerap garam rakyat sesuai Harga Pokok Pembelian (HHP) yang sudah ditetapkan pemerintah.

petani garam jatimBudi Setiawan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jatim menghimbau para pengusaha agar mengikuti kesepakatan
yang telah ada. Kesepakatan itu mengharuskan pengusaha menyerap garam petani sebesar 50 persen sesuai HPP. Kalau tidak, mereka bisa dikenakan sanksi.

“Kami harap pengusaha dapat kooperatif terhadap kesepakatan yang telah dibuat. Agar nantinya tidak petani terus yang terpuruk dan menanggung rugi,” terangnya saat dihubungi, Kamis (30/8). Budi menjelaskan, dalam kesepakatan tersebut pengusaha diwajibkan untuk membeli dari petani sebesar Rp 550 per kilogram (kg), dan harga tersebut sudah sesuai dengan HHP.

Baca:  E-Wadul, Cara Surabaya Merespon Keluhan Warga

Jika pengusaha masih bandel dan melanggar aturan, maka mereka dianggap melanggar dan bisa dikenakan sanksi. Untuk sanksinya bisa berupa teguran hingga pencabutan izin usaha. “Jika pengusaha masih saja melanggar, kami akan memberi sanksi pada mereka sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, seharusnya pengusaha garam terlebih dahulu menyerap garam lokal petani. Jika sudah terserap seluruhnya dan belum mampu mencukupi permintaan masyarakat, baru boleh melakukan impor. “Yang lebih merugikan lagi adalah jika sampai terjadi kebocoran  impor ke pasar konsumsi. Ini sangat merugikan petani  dan harga garam lokal, jadi tidak boleh dibiarkan,” tegasnya. (nur/opi/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *