Home » Jawa Timur » Penjual Jus Surabaya Tiduri Anak SMP 7 Kali Sekali Ketemu
Master tukang, tutorial pertukangan
perkosaan bawean
foto:getty images

Penjual Jus Surabaya Tiduri Anak SMP 7 Kali Sekali Ketemu

Penjual Jus Surabaya Tiduri Anak SMP 7 Kali Sekali Ketemu. Perilaku kekerasan seksual terhadap anak terus terjadi bahkan semakin banyak terungkap. Kondisi ini tentu membuat miris banyak kalangan, apalagi negara sudah menetapkan kejahatan seksual anak sebagai kejahatan luar biasa.

Kali ini, seorang siswi SMP disetubuhi pemuda yang baru dikenalnya melalui facebook. Tak tanggung-tanggung, tersangka menyetubuhi korban sebanyak tujuh kali. Perbuatan bejat tersangka ini terhenti, setelah tersangka dibekuk anggota Reskrim Polsek Wonokromo.

Penjual jus yang tega menyetubuhi siswi SMP ini adalah Noven Candra Prasetyo alias Candra (20). Pemuda asal Papar Kediri ini ditangkap anggota Reskrim Polsek Wonokromo setelah menyetubuhi,  sebut saja Dewi (15) tahun siswi kelas 2 Madrasah Tsanawiyah. Dari penangkapan tersangka ini, polisi menyita barang bukti pakaian milik korban dan tersangka.

Baca:  Parade Budaya dan Seribu Bunga Surabaya Heboh dan Semarak

Kapolsek Wonokromo, Kompol Andi Arisandi mengatakan, tersangka dan korban ini merupakan sepasang kekasih, yang berkenalan melalui Facebook dan SMS. Lantaran tak pernah bertemu, tersangka mengajak korban untuk ketemuan di Bungurasih. Nah, saat ketemuan itulah, ternyata tersangka ini terangsang melihat tubuh korban yang semok.

Tersangka lalu mengajak korban ke tempat kos yang terletak di kawasan Wonosari Kidul Surabaya. Di tempat kos tersebut, tersangka lalu memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya, sebanyak tujuh kali.

“Agar korban tak menolak, tersangka berjanji akan menikahi korban, bila nantinya korban hamil. Kasus ini terbongkar, setelah korban bercerita kepada orangtuanya,” tutur Kompol Andi Arisandi, Kapolsek Wonokromo.

Sekali lagi, peristiwa ini menambah daftar panjang anak di bawah umur yang menjadi korban kekerasan seksual. Diperlukan perhatian ekstra dari orangtua, untuk mengawasi perilaku anaknya agar tak menjadi korban kekerasan seksual.(end/pojokpitu)

Baca:  Ekspor Perhiasan Jatim Menjadi Andalan Sektor Non Migas

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *