Home » Jawa Timur » Petani Garam Jatim Protes Garam Impor
Master tukang, tutorial pertukangan

Petani Garam Jatim Protes Garam Impor

petani garam jatimPetani Garam Jatim Protes Garam Impor. Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jawa Timur berharap kebijakan pemerintah lewat Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan tidak mengeluarkan izin impor garam di tahun 2012 ini. Karena jika izin itu disahkan, yang sangat dirugikan adalah para petani garam, dimana harga garam lokal akan kian jeblok.

Ketua HMPG Jatim Muhammad Hasan memaparkan, pihaknya telah mengirimkan nota kebijakan pada pemerintah atas rencana tersebut. Kebijakan tersebut sangat bertentangan dengansurat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI Nomer 360/MPK/Kep/5/ 2004 tentang ketentuan Impor Garam yang menyatakan, bahwa impor garam dilarang dalam masa 1-2 bulan sebelum panen raya garam rakyat.

“Peraturan tersebut ada, namun kenyataanya ada beberapa pabrik mengimportasi garam. Ini sudah menyalahi aturan yang ada. Jika ini terus dilakukan akan merugikan petani garam Jatim maupun nasiaonal. Kami sangat tidak terima dengan keputusan tersebut. Kami mohon pemerintah pusat menyabut kebijakan tersbut,” papar Hasan, di Surabaya, kemarin (11/9).

Baca:  Kabupaten Tuban Gagal Raih Adipura Kencana

Hasan menjelaskan , bahwa pada tahun 2010 lalu, anomali cuaca membuat produksi garam nasional tidak mampu memenuhi kebutuhan garam nasional, baik untuk konsumsi maupun industri sehingga impor garam mulai marak dilakukan. “Ini tidak bisa dibiarkan, ketika siklus alam terjadi, impor garam masih tetap saja dilakukan.

Sementara kami telah menyelidiki nantinya, pertengah bulan September ini , ada garam impor dari Australia lewat pelabuhan Cilandak,” jelasnya. Di tahun 2012 ini, musim kemarau diperkirakan panjang dan produk garam rakyak akan melimpah dan diperkirakan terjadi swasembada garam rakyat. Akan tetapi, kebutuhan garam tidak diimbangi dengan harga garam sehingga tidak mampu meningkatkan kesejahteraaan petani garam. Padahal peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri tentang penetapan harga jual garam di tingkat petani garam sudah di tentukan yakni garam KW I sebesar Rp 750 dan KW II Rp 550 sudah di-collection poin. “Fakta di lapangan berbeda sekali, dimana garam rakyat dibeli secara asal-asalan dan tidak manusiawi dengan harga sangat rendahnya. Ini sangat merugikan petani,” terang Hasan.

Baca:  Razia di Kenjeran Park, Polisi Panen Pasangan Asusila

Penururun harga garam, lanjut dia, disebabkan oleh importer yang menimbun garam sejak tahun 2011. Padahal pada tahun itu seharusnya garam impor tidak boleh dilakukan demi menyelamatkan nasib petani garam dan menjaga eksistensi Indonesia sebagai Negara yang memiliki garis pantai ke empat di dunia. (nur/hen/jpnn)

Kata Pencarian:

bali garam petani (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *