Home » Jawa Timur » Pilgub Jatim » La Nyalla Siap Maju Pilgub Jatim Jika Karsa Pecah

La Nyalla Siap Maju Pilgub Jatim Jika Karsa Pecah

Bursa calon gubernur (cagub) Jatim menjelang pemilihan gubernur (pilgub) 2013 kian panas. Namanama calon terus bermunculan. Selain Soekarwo (incumbent), Khofifah Indar Parawansa, dan mantan kapolda Metro Jaya Irjen Pol (purn) Untung S Radjab, kini giliran Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Jatim, Ir La Nyalla M Mattalitti, juga menyatakan siap maju pilgub.

Dengan catatan, pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf (KarSa) jilid II berpisah. “Kalau memang keduanya memutuskan jalan sendiri-sendiri, saya akan ikut maju. Tapi kalau tidak (KarSa utuh, red), saya tidak akan maju dan mendukung mereka,” ungkap La Nyalla kepada wartawan, kemarin (14/11).

Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Jatim ini mengaku, sebenarnya dirinya tidak punya pikiran untuk maju pilgub. Karena, dirinya tetap punya keyakinan kalau Gubernur Soekarwo dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan tetap bergandengan kembali dalam pilgub 2013 dan tidak pecah. “Tapi kalau pecah, saya akan maju pilgub Jatim,” tegas La Nyalla lagi.

Soal lewat parpol mana nanti dirinya akan maju pilgub, Nyalla menyatakan hal itu hanya urusan teknis. Lebih jauh, La Nyalla yang juga ketua umum PSSI KLB Ancol ini berharap, duet KarSa jilid II terwujud dan tidak pecah kongsi dalam menghadapi pilgub 2013.

Ia mengaku terus terang sangat menyayangkan bila keduanya sampai harus pecah dan saling bersaing menghadapi mantan ‘kompatriotnya’ masing-masing. Karena selama memimpin Jawa Timur, ia menilai, duet KarSa (Soekarwo-Saifullah Yusuf) menunjukkan prestasi yang sangat bagus.
“Tidak hanya perekonomian dan kesejahteraan, tapi hampir di semua bidang dan lini mereka bekerja sama. Keduanya bisa saling mengisi dan tidak
menunjukkan tanda-tanda keretakan, apalagi bermusuhan,” tutur La Nyalla.

Ditambahkan, La Nyalla yakin jika KarSa akan segera mendeklarasikan diri menjadi pasangan yang maju dalam pilgub Jatim 2013. “Saya telah mendapat kabar kalau deklarasinya pada 12 Februari 2013. Hal itu bagus dan saya optimistis keduanya menang lagi,” tutur dia. Disinggung soal rencana Khofifah yang ancang-ancang maju lagi pada pilgub 2013, La Nyalla yang pada pilgub 2008 lalu menjadi tim pemenangan pasangan
Khofifah-Mudjiono (Kaji) ini justru menyarankan untuk tidak melakukannya.

“Kalau Khofifah maju lagi, itu tidak bagus. Karena belajar dari pengalaman terdahulu, apalagi Khofifah saat ini lebih dibutuhkan masyarakat Indonesia, lebih baik sebagai tokoh nasional saja, bukan di Jatim,” ucap dia. Dalam kesempatan itu, ia juga mengomentari soal rencana mantan kapolda Jatim, Irjen Pol (Purn) Untung S Radjab yang akan maju pilgub. Ia melihat sosok Untung merupakan tokoh potensial yang memiliki semangat dan jiwa kepemimpinan.

Penilaian yang sama juga ia sampaikan untuk sosok Wakil Wali Kota Surabaya Bambang DH, yang akan diusung PDIP. Ia menilai Bambang DH sosok yang memiliki loyalitas dan pengaruh kuat di internal partai. “Kalau keduanya maju, itu bagus. Apalagi Bambang DH memang saatnya ke provinsi, tidak di kota lagi. Ini juga menjadi pembelajaran sekaligus jenjang karir dia,” komentarnya.

La Nyalla Punya Modal kapital  Untuk Maju Pilgub Jatim

Sementara itu, Direktur Pusat Demokrasi dan HAM (Pusdeham) Surabaya, Muhammad Asfar menilai, sosok La Nyalla Mattalitti punya modal yang
bagus untuk maju pilgub. “La Nyalla punya modal cukup bagus dalam hal kapital. Apalagi jika dia bisa bergandengan dengan Gus Ipul yang berbasis nahdliyyin, itu merupakan modal kekuatan sangat luar biasa di Jatim,” kata Asfar.

Lebih lanjut, dosen FISIP Unair ini menilai, sebenarnya figur Pakde Karwo masih sangat kuat. Tapi dengan catatan, bila tetap bergandengan dengan
Gus Ipul. “Kalau pecah, kemungkinan posisi Pakde Karwo jadi lemah. Apalagi kalau Gus Ipul berani maju sendiri, peta politik di Jatim menjelang pilgub bisa menarik,” kata Asfar.

Diakui dia, figur Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa sama-sama kuat dalam basis nahdliyyin. Apalagi, keduanya juga bersaing memperoleh fatwa dari NU. Sedangkan untuk figur Untung S Radjab dan Bambang DH, ia menilai akan berpeluang kuat jika mulai digerakkan saat ini. “Ada lima nama tertinggi yang masuk dalam survei Pusdeham Surabaya untuk pilgub nanti. Yaitu Pakde Karwo, Khofifah, Gus Ipul, Bambang DH, dan Untung S Radjab,” tutur dia.

Kalau Khofifah atau Gus Ipul maju calon gubernur, tambah dia, idealnya memang berpasangan dengan calon wakil gubernur dari PDIP siapa pun orangnya. “Apakah Sirmadji atau Bambang DH,” tutur dia. Ia melihat duet Karsa jilid II akan tetap bergandengan, asalkan Pakde Karwo cepat mengambil keputusan dan segera melakukan grand launching deklarasi, tidak perlu menunggu sampai 12 Februari 2013.

“Kalau diundur-undur terus, bisa-bisa Gus Ipul berpikiran lain. Ini karena saat ini memang momentumnya Gus Ipul,” tutur dia. Ia juga meminta Gus Ipul untuk belajar banyak dari kasus Pilkada DKI Jakarta. Diakui, Gus Ipul mungkin saat ini sedang dielus-elus Pakde Karwo. (rou/rie/jay/rdrsby/jpnn.com)

Kata Pencarian:

la nyalla calon gubernur jatim (3),karsa lanyalla (1),la nyalla mattalitti gubernur jawa timur (1),la nyalla mattalitti karsa (1),la nyalla mattalitti pp (1),muhamad asfar pusdeham jawa timur (1)
logo pintu La Nyalla Siap Maju Pilgub Jatim Jika Karsa Pecah

Suarakan Pendapatmu

comments

About Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top