Home » Media Watch » Siarkan Berita Palsu Bom Sarinah, 6 Stasiun TV Diberi Sanksi KPI
Master tukang, tutorial pertukangan

Siarkan Berita Palsu Bom Sarinah, 6 Stasiun TV Diberi Sanksi KPI

Heboh bom sarinah ternyata membuat sejumlah stasiun TV justru malah terkena sanksi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Adapun ke – 6 stasiun TV tersebut seperti TVOne, Metro TV, Trans 7, Indosiar, TVRI dan Net TV. Ada 2 instasi penyiaran lain seperti I-News dan Radio Elshinta yang juga kena sanksi dari KPI tentang insiden bom Sarinah.

Bentuk tegas dari KPI tersebut diwujudkan dalam surat yang telah mendapat tanda tangan Idy Muzayyad, Wakil Ketua KPI. Isi dari surat tersebut disebutkan jika sejumlah stasiun TV tersebut melanggar P3 & SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) mengenai keakuratan berita dan larangan untuk menayangkan gambar mayat.

Baca:  Kisah Kusrin Pembuat TV Kini Jadi Incaran Jokowi Dan Iklan

Berita palsu yang disiarkan Metro TV yakni ketika Breaking News pukul 11.20 yang menuliskan adanya ledakan di Palmerah, padahal ledakan tersebut tidak ada. Jelas berita tersebut dapat membuat masyarakat resah.

Pihak stasiun TV juga menayangkan video amatir yang mempertontonkan sejumlah mayat yang bergelimangan di dekat kantor pos polisi di Sarinah. Hal ini dapat membuat masyarakat menjadi tidak nyaman ketika melihatnya.

Adapun berita palsu yang disiarkan TVRI muncul pada running text pukul 13.27 yang bertuliskan “ancaman bom dilakukan di Palmerah, Alam Sutera, Tangeran Selatan dan Jakarta.

Pelanggaran juga dilakukan oleh Trans 7 yang memperlihatkan secara jelas gambar mayat pada berita ‘Redaksi’ pukul 12.13. Hal ini juga dilakukan oleh Net TV dalam program Breaking News yang hadir pukul 11.27.

Baca:  Penjelasan Abu Bakar Ba’asyir Tentang Bom Sarinah

KPI memberikan sanksi tegas ini untuk mengingatkan kepada media untuk tidak hanya mengejar berita tapi berita tersebut juga harus memiliki keakuratan. Terlebih berita yang disiarkan merupakan tragedy bangsa.”jelas Idy.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *