Home » Nasional » Antek Asing dan Cukong Hitam Kampanye Tolak Tax Amnesty Jokowi
Master tukang, tutorial pertukangan

Antek Asing dan Cukong Hitam Kampanye Tolak Tax Amnesty Jokowi

Antek Asing dan Cukong Hitam Ramai Tolak Tax Amnesty Jokowi. Negeri jiran menjadi pihak yang paling dirugikan akibat rencana pemerintah Indonesia menerapkan pengampunan pajak (tax amnesty). Sebut saja Singapura dan Malaysia yang bisa rugi triliunan akibat kebijakan tax amnesty.

Alhasil, di Tanah Air, program tax amnesty mulai dikampanyekan negatif oleh ‘kaki tangan’ pihak asing yang tak ingin dana investor dalam negeri kembali setelah parkir cukup lama di negara-negara tetangga.

“Kita bisa asumsikan asing itu punya kaki tangan di Indonesia ini dan gencar sekali menolak kebijakan tax amnesty,” kata pengamat perpajakan dari Universitas Pelita Harapan, Roni Bako ketika dihubungi wartawan, Selasa (8/3).

‘Antek-antek’ Singapura melakukan kampanye negatif agar Indonesia tidak bisa menjadi negara maju. Dana-dana pembangunan untuk mensejahterakan ‘wong cilik’ terbatas akibat keterbatasan penerimaan pajak dan pembangunan mengandalkan utang luar negeri. Selain itu, Singapura juga tidak ingin bank-bank asal Indonesia bisa mengalahkan bank-bank negeri tersebut.

Baca:  Gimana Sih Bro Sejarah Freeport Menemukan Emas Papua?

Selain lewat antek-antek di dalam negeri, salah satu bankir BUMN juga menyebutkan bahwa bank-bank Singapura sudah mengampanyekan kepada para deposan wealth management jika tax amnesty dipastikan akan gagal. Tujuan kampanye tidak lain untuk membujuk deposan tetap menyimpan dananya di Singapura.

Dijelaskan Roni, kepentingan asing melalui perusahaan-perusahaan yang terafiliasi akan terkena dampak besar akibat kebijakan tax amnesty yang digaungkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) ini. Akibatnya, perdebatan dan penolakan akan kebijakan tersebut pun cukup besar.

“Sudah jelas ini kepentingan asingnya. Maka kita harus waspada. Tax amnesty harus didukung demi peningkatan basis pajak dan penerimaan negara,” tegas Roni.

Ia juga meminta kepada pihak-pihak yang kontra kebijakan tax amnesty untuk tidak melakukan pencitraan semata. Menurutnya, ‘beking’ atau antek asing memang tidak suka kebijakan seperti ini.

Baca:  Bu Guru Mengaku dapat Wahyu Mengerikan dari Jibril, Ini Isinya

“Data juga menunjukkan bahwa memang uang kita di sana cukup banyak. Kalau dijalankan tax amnesty ini, maka luar negeri atau asing pasti rugi, karena akan ada penarikan di sana,” terang Roni.

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI yang baru, Ahmadi Noor Supit mengungkapkan RUU Tax Amnesty perlu didukung karena menjadi strategi untuk meningkatkan penerimaan negara pada tahun 2016.

Dalam pembicaraan bersama Menteri Keuangan, Ahmadi menyampaikan potensi shortfall atau kekurangan penerimaan pajak sekitar Rp 290 triliun tahun ini bisa diantisipasi.

“Menteri Keuangan sampaikan akan ada shortfall sebesar Rp 290 triliun. Itu akan menghambat pembangunan kita, kondisi ekonomi kita akan terancam. Tax amnesty ini merupakan salah satu solusi,” ujar Ahmadi di gedung DPR kemarin.

Baca:  Korupsi PT. Garam, Mantan Dirut Segera Dikirim ke Kejari Gresik

Tax amnesty menurutnya akan memberikan kesempatan kepada wajib pajak yang tidak membayar dalam waktu yang lama akan diberikan pengampunan. Dampaknya, seluruh wajib pajak akan terdata oleh negara sehingga terjadi peningkatan penerimaan negara melalui pajak.”Kalau ada pengampunan pajak ini akan diampuni sehingga wajib pajak tidak takut membayarkan pajaknya,” ungkapnya

 

Source:InvestorDaily

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *