Home » Nasional » Bisnis Gelap Jual Beli Ginjal, Benarkah Rumah Sakit Besar Ikut Telibat?
Master tukang, tutorial pertukangan

Bisnis Gelap Jual Beli Ginjal, Benarkah Rumah Sakit Besar Ikut Telibat?

JAKARTA – Perdagangan gelap jual beli ginjal yang berhasil diungkap oleh Bareskrim Mabes Polri ikut menyeret nama rumah sakit swasta dan negeri. Dalam menjalankan aksinya, sindikat yang telah berulang kali beraksi, meyakinkan korban jika hidup dengan satu ginjal tidaklah masalah.

Transaksi gelap jual beli ginjal melibatkan uang ratusan juta pada tiap ginjal yang diperoleh. Jual beli ginjal ini memakan biaya mencapai Rp 225 juta hingga 300 juta yang akan ditanggung oleh penerima ginjal. Dalam bertransaksi, pihak penerima akan dikenakan uang muka sebesar 10 juta hingga 15 juta. Sisa pembayaran akan dilakukan jika operasi transplantasi selesai dilakukan. Biaya tersebut tidak termasuk dengan biaya operasi yang harus ditanggung oleh pihak penerima ginjal.

Dalam kasus ini polisi telah mengamankan sejumlah orang terkait yaitu HS, Agdan DD. Dalam melakukan aksinya, HS yang menjadi pelaku utama menerima keuntungan cukup menggiurkan yaitu Rp100 juta – Rp110 juta. Sementara, AG menerima Rp 5 juta – Rp7,5 juta pada tiap pendonor yang dia temukan. Sedangkan, DD mendapatkan bayaran Rp10 juta – Rp15 juta.

Baca:  10 Daftar Nama dan Kronologi Penangkapan Terduga Makar

Atas tindak pidana yang telah dilakukan, ketiga tersangka akan dijerat menggunakan Pasal 64 Ayat 3 UU Nomor 36 Tahun 2009 mengenai kesehatan yang berisi “Organ dan atau Jaringan Tubuh Dilarang Diperjualbelikan dengan Dalih Apapun”.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *