Home » Nasional » Detik – Detik Eksekusi Aset Yayasan Supersemar Soeharto
Master tukang, tutorial pertukangan

Detik – Detik Eksekusi Aset Yayasan Supersemar Soeharto

Jumat, 29 Januari 2016 menjadi batas terkakhir dari pihak Yayasan Supersemar yayasan yang didirikan mantan presiden Soeharto, untuk melunasi denda sebesar Rp 4,4 triliun.

Bila sampai waktu yang ditentukan, pihak yayasan supersemar belum dapat melunasi maka Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menyita aset yayasan Supersemar.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Made Sutrisna, Kepala Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Siti Hediati Hariadi anak Soeharto tetap bersikukuh mengatakan jika Yayasan Supersemar sudah tidak mempunyai dana sebanyak itu.

Mbak Titiek mengatakan jika selama Yayasan Supersemar berdiri, pihak yayasan hanya menerima dana sebesar Rp 309 miliar. Sedangkan dana sebanyak Rp 709 M telah disalurkan untuk para penerima beasiswa.

Baca:  Cerita Cinta Presiden Indonesia (Bagian I)

Kasus dugaaan penyelewengan dana beasiswa Yayasan Supersemar tersebut diperkarakan pada tahun 2007. Kejaksaan Agung mengungkapkan jika dana beasiswa yayasan supersemar dicurigai diselewengkan ke sejumlah perusahaan misalnya Sempati Air, Bank Duta serta PT Kiani Lestari.

Akhirnya pada Selasa 11/8/2015 pihak Mahkamah Agung memutuskan menerima gugatan dari Kejaksaan Agung dan mewajibkan Yayasan Supersemar untuk membayarkan denda senilai Rp 4,4 triliun.

Tapi berulangkali dipanggil, pihak yayasan tidak hadir dan baru pada 20 Januari 2016 mereka datang ke persidangan.

Dengan hadirnya perwakilan dari pihak Yayasan Supersemar maka putusan MA akan dilaksanakan sejak 8 hari terrhitung dari 21/1/2016.

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *