Home » Nasional » Indonesia Negara Paling Ngotot Perjuangkan Palestina dan Masjid Al-Aqsa
Master tukang, tutorial pertukangan

Indonesia Negara Paling Ngotot Perjuangkan Palestina dan Masjid Al-Aqsa

 

Indonesia Negara Paling Ngotot Perjuangkan Palestina dan Masjid Al-Aqsa. Sejak akhir Februari 2016, perhatian Kementerian Luar Negeri tersita demi menggelar KTT Luar Biasa OKI di Jakarta, pada 6-7 Maret. Enam kepala negara serta 16 perdana menteri, dari total 56 delegasi negara mayoritas muslim dunia, dipastikan datang dalam acara tersebut.

palestina-merdeka

Perhelatan ini digelar khusus atas permintaan Otoritas Palestina kepada pemerintah Indonesia. Itu sebabnya, agenda yang dibahas fokus menyoal situasi politik Yerusalem Timur, serta perlindungan kawasan Masjid al-Aqsa yang dirundung blokade sepanjang tahun lalu. Warga Palestina di Yerusalem Timur sampai sekarang dibatasi aksesnya jika ingin beribadah di masjid suci tersebut, oleh aparat keamanan Israel. Pembatasan ini, diperburuk isu sektarian, memicu kekerasan demi kekerasan.

Turut hadir pula dalam KTT ini, pemantau mewakili pemerintah Rusia, Amerika Serikat, PBB, dan Uni Eropa. Empat pihak disebut kuartet ini selama beberapa tahun terakhir menjadi fasilitator perundingan damai Israel-Palestina.

Bagi Retno, ada banyak hal yang bisa dilakukan Indonesia untuk mendukung Palestina, sebagai negara sahabat di Timur Tengah, khususnya terkait isu Yerusalem Timur. Di kawasan yang secara de facto dikuasai Israel itu, Palestina mengalami penyusutan wilayah, kekerasan antar faksi radikal, pendudukan tanah secara ilegal oleh pendatang Israel, dan banyak lagi persoalan lainnya.

Melalui KTT Luar Biasa ini, Indonesia yakin bisa mendorong negara-negara muslim yang bergabung dengan OKI, agar lebih peduli pada Palestina. Lebih dari itu, hasil pertemuan ini, yaitu dokumen resolusi dan deklarasi Jakarta, diharapkan membawa solusi lebih konkret bagi persoalan Yerusalem Timur di masa mendatang.

Berikut petikan wawancara khusus Ardyan M. Erlangga dan Marcheilla Ariesta P.H, dengan Menlu Retno menyoal target-target pemerintah menggelar KTT Luar Biasa OKI 2016 di Jakarta:

Baca:  Video Ahok Berdebat dengan BPK yang Gusar Minta Rekaman Dihapus

 

Kenapa Indonesia bersedia menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI tahun ini?

Indonesia diminta Palestina, juga oleh Sekjen OKI. Kalau saya runut, pada Desember 2015 ada jumpa pers seminar ‘Independence of Jerusalem‘ di Jakarta, kita kerja sama dengan PBB.

Dalam pembicaraan itu, Menlu Palestina bertanya apakah Indonesia bisa menjadi tuan rumah KTT luar biasa ini. Sekjen OKI juga menanyakan hal tersebut. Saya tanya ke presiden, beliau jawab oke, kita siap (menjadi tuan rumah-red).

Dan kemudian isu ini kita bahas di Jeddah, pada saat pertemuan menlu OKI. Tidak ada negara keberatan KTT luar biasa digelar. Memang ini KTT yang dibuat karena ada urgensinya.

 

Seburuk apa situasi Yerusalem Timur saat ini?

Ada situasi yang buat kita sangat menjadi perhatian. Tidak hanya di Palestina, tapi juga Yerusalem Timur. Makanya konferensinya kita buat untuk tema Al Quds Al Sharif.

Dalam kenyataan, kondisi di Yerusalem Timur semakin menurun, semakin memprihatinkan. Dari aspek penduduk saja, tinggal 36,8 persen penduduk Yerusalem Timur adalah orang Palestina.

Belum lagi penduduk di bawah garis kemiskinan. Ada 75 persen penduduk Palestina hidup di bawah garis kemiskinan. Ini kita belum bicara akses untuk melakukan ritual agama, dan sebagainya. Jadi harus ada suatu hal yang membuat hak-hak Palestina terlindungi di Yerusalem itu.

Kenapa Indonesia mau jadi tuan rumah satu konferensi yang membahas isu sudah sejak lama dibahas? Di PBB (isu Yerusalem Timur) dibahas tapi tidak maju-maju. Masih tetap kayak gini.

Saya sampaikan, sebenarnya kita cuma punya dua pilihan, do something atau do nothing. Nah kalau do nothing, kita akan membiarkan situasi yang buruk ini berkelanjutan.

Baca:  Mulai Pasang "Kuda-kuda" Prabowo Siap Bikin Keok Jokowi 2019?

Maka dari itu, pilihan Indonesia saat ditawari adalah do something. Di mana kita mencoba memberikan kontribusi karena ini juga ciri politik luar negeri Indonesia. kita selalu ingin memberi kontribusi untuk upaya perdamaian dunia. Dalam konteks inilah kita terjemahkan komitmen kita berkontribusi pada isu-isu dunia, dalam bentuk menjadi tuan rumah.

 

Adakah solusi konkret KTT luar biasa ini untuk menghentikan rantai kekerasan di Yerusalem Timur, khususnya sekitar Masjid al-Aqsa?

Sebagai tuan rumah, yang kita harapkan tentunya KTT ini dapat membuahkan hasil. Tidak saja memperkuat persatuan negara anggota OKI dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, tapi juga langkah yang sifatnya konkret oleh negara-negara OKI dalam membantu perjuangan Palestina.

Itu dapat dilihat dari dua dokumen yang akan dihasilkan. Satu, bentuknya resolusi, isinya prinsip-prinsip politik. Kedua Deklarasi Jakarta, yang diusulkan Indonesia, isinya lebih konkret terkait apa yang dapat dilakukan negara untuk membantu Palestina.

Soalnya kalau hanya berhenti di politik, tidak akan ada terobosan. Tapi kalau ada bukti konkretnya, ini bisa jadi satu terobosan.

 

Bisa dielaborasi lebih lanjut, apa saja solusi konkret mengingat problem Yerusalem Timur sangat kompleks?

Misalnya kampanye untuk memberi bantuan. Bantuan keuangan misalnya. Itu nanti bentuknya seperti apa, akan kita lihat. Tapi ada kebutuhan kita untuk menghasilkan financial system dengan OKI.

Lantas ada kebutuhan sangat mendasar bagi OKI untuk terlibat capacity building warga Palestina. Ini bisa lebih konkret.

Tentu semua gagasan ini masih terikat pada perkembangan negosiasi antar negara OKI. Semuanya masih bayangan yang mulai tanggal 6 akan dinegosiasikan. Sehingga tanggal 7 semua wakil kepala negara bisa menyetujui.

Baca:  Gus Mus Kritik Keras MUI Sebagai Organisasi Tidak Jelas

Kalau ditanya sekarang, saya masih belum bisa tahu seperti apa format konkretnya, karena belum dinegosiasikan.

Tentu, tidak mungkin dengan menggelar KTT ini, besok paginya isu Palestina sudah selesai. Tapi ini dalam rangka proses mendukung Palestina. Kalau tidak, kita akan mandek.

Sebagai gambaran, kedaulatan Palestina sekarang sudah diakui oleh 137 negara. Pengakuan ini kan juga melalui suatu proses panjang. Setiap langkah mendukung kemerdekaan Palestina, apapun itu, ada kontribusinya.

Jadi KTT ini bagian dari the whole process yang ingin dimainkan Indonesia dalam membantu Palestina.

 

Wakil kuartet fasilitator perundingan Israel-Palestina hadir dalam KTT. Apa kuartet akan diajak mendukung agenda OKI soal Yerusalem Timur?

Kita ingin menjalin kepentingan OKI untuk mendukung kemerdekaan Palestina secara utuh. Itu yang semoga dapat dipahami oleh kuartet. Sehingga pada saat fasilitasi perundingan damai oleh negara kuartet dimulai kembali, kuartet dapat menyuarakan posisi OKI, paling tidak membangun jembatan itu.

Kita belum tahu apakah KTT ini nantinya akan mengusulkan membangun suatu format baru dengan kuartet, itu belum bisa saya sampaikan juga. At least, dengan kehadiran mereka, dapat menjadi saluran aspirasi OKI terhadap kuartet mengenai kemerdekaan Palestina.

 

Apa pesan Indonesia kepada negara OKI melalui KTT luar biasa nanti?

Kita sangat berharap KTT ini sekali lagi bisa kita tunjukkan pada dunia, bahwa ada satu masalah yang belum kita selesaikan. Masalah yang masih terus harus mendapatkan perhatian, dan masalah yang harus kita tunjukkan pada dunia, bahwa OKI terus solid memberikan dukungan pada Palestina.

 

Source:Merdeka.com

Kata Pencarian:

negara sahabat palestina (4),sahabat negara Palestina (2),negara yang peduli terhadap palestine indonesia (1),Negara2 sahabat indonesia (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

One comment

  1. Sudah sehurusnya Indonesia berjauang dan membantu Kemerdekaan Palestina, meskipun berat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *