Home » Nasional » Inilah Hasil Lacak Situs Bahrun Naim dari Tim Gresik.co
Master tukang, tutorial pertukangan

Inilah Hasil Lacak Situs Bahrun Naim dari Tim Gresik.co

Inilah Hasil Lacak Situs Bahrun naim dari Tim Gresik.co. Santer diberitakan situs bahrunnaim aktif kembali setelah di blokir oleh menkominfo. Namun, hasil dari pantauan kami ternyata situs yang diberitakan adalah www.bahrunnaim.site sementara situs sebelumnya yang diblokir adalah www.bahrunnaim.co.

Kami berusaha melakukan pengecekan ke tempat registran domain, ini adalah cara termudah mengetahui semua yang berkaitan dengan domain. Namun, tidak semua bisa dilihat karena terkadang dalam proses pemesanan domain kita bisa mengajukan penguncian identitas pembeli domain sehingga tidak bisa terlacak dengan tools biasa.

Berikut adalah analisa hasil dari whois cecker

whois-situs-bahrunnaim

 

Dari situ jelas terlihat bahwa situs bahrunnaim.site baru dibuat pada 17 januari 2016 dan akan berakhir 17 Januari 2017 ini menandakan website baru dan pembeliannya untuk jangka waktu satu tahun.

Selebihnya semua data pendaftar dirahasiakan oleh registrant atas permintaan pemiliknya. Ini tentu saja untuk menghindari pelacakan dari pihak berwajib, namun dengan canggihnya teknologi kejahatan cyber adalah yang paling mudah dilacak dibanding kejahatan konvensional.

Baca:  Mulai Pasang "Kuda-kuda" Prabowo Siap Bikin Keok Jokowi 2019?

Selain cecking whois, tim Gresik.co juga melakukan pengecekan ke penggunaan server, terlihat situs bahrunnaim.site menggunakan share hosting dari luar negeri sehingga server digunakan beramai-ramai.

bahrunnaim-cek

dari cek ip server tercatat IP Share hosting 162.255.119.251 ada 129 situs disana termasuk beberapa situs dari indonesia. Ini tidak bisa membuktikan apapun karena share hosting memang dipakai banyak orang tapi bisa digunakan sebagai bahan awal untuk pelacakan lebih lanjut oleh tim cyber polri.

Jadi kesimpulannya, situs bahrunnaim baru dibuat beberapa hari dan entah oleh siapa, apakah oleh bahrunnaim sendiri atau oleh orang iseng atau pihak lain.

Sebelumnya dikutip dari laman tempo, Setelah aktif di dunia maya, Muhammad Bahrun Naim, terduga otak teror bom Thamrin, mem-posting ulasan serangan yang berjudul “Nasehat untuk Penonton”. “Serangan tersebut adalah bentuk qishash (pembalasan) terhadap serangan pasukan salibis terhadap kaum muslimin di Indonesia,” tulis akun Bahrun Naim, Senin, 18 Januari 2016.

Baca:  Setya Novanto Maju Bursa Pencalonan Ketum Golkar?

Tulisan tersebut dikutip Tempo pada Selasa, 19 Januari 2016, di blog pribadinya, www.bahrunnaim.site. Dalam serangan teror Thamrin, kata dia, Junud Daulah Islam di Indonesia sengaja menargetkan aparat kepolisian dan warga asing yang berada di Indonesia.

Menurut dia, pembalasan itu dilakukan lantaran banyak muslimin di Indonesia yang terbunuh. Dia memperkirakan jumlahnya sekitar 200 jiwa. Dia berujar, mereka dibunuh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, yang ia sebut sebagai Densus Yesus.

Mengenai teror Thamrin, Bahrun juga menulis bahwa telah memberi peringatan melalui terduga Santoso alias Abu Wardah. “Meninggalnya beberapa orang dalam serangan tersebut memberikan catatan kepada kita semua bahwa serangan Junud Daulah Islam adalah sesuatu yang telah diserukan.”

Baca:  Dikecam, Kongres HMI Todong APBD Riau Rp. 3 Miliar

Dalam tulisan itu, Bahrun pun memperingatkan masyarakat agar menghindari perbuatan kufur, syirik, dan maksiat. Bahkan dia mengajak masyarakat membenci pemerintah, kepolisian, dan setiap langkah yang memerangi Islam.

“Membenci setiap langkah mereka (pemerintah) yang bersekutu dengan asing dan kapitalis,” tulisnya. Selain itu, ada sejumlah peringatan lain kepada masyarakat.

Di akhir tulisan, Bahrun menyatakan peringatan tersebut bukan sekadar ejekan, cemoohan, dan tontonan. “Takutlah terhadap setiap ucapan dan perbuatan yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Sungguh anak-anak yatim dan orang-orang yang terzalimi teramat dekat kedudukannya di akhirat bersama Allah dan Rasul-Nya.”

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *