Home » Nasional » Miris, Ketua BPK Bikin Perusahaan Fiktif di Luar Negeri Masuk Panama Paper
Master tukang, tutorial pertukangan

Miris, Ketua BPK Bikin Perusahaan Fiktif di Luar Negeri Masuk Panama Paper

Miris, ketua BPK bikin perusahaan fiktif di luar negeri masuk panama paper. Anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat RI Eva Kusuma Sundari menilai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Harry Azhar Azis melanggar etika sebagai pejabat publik. Kata Eva, Harry seharusnya menanamkan modal dan pajaknya ke dalam negeri, bukan malah mendirikan perusahaan cangkang (shell companies) di luar negeri. Apalagi jika tujuannya untuk menyembunyikan kekayaan dan menghindari pajak.

“Jelas pelanggaran etik. Kalau Pak Harry memelopori (mengundurkan diri), maka akan jadi preseden baik. Kami butuh role model yang bertanggung jawab,” kata Eva saat dihubungi, Selasa, 12 April 2016.

Eva mengatakan jika Harry mengundurkan diri, maka ia akan menjadi contoh yang baik bagi para pejabat publik lainnya yang memiliki perusahaan cangkang di British Virgin Island. Eva pun menyayangkan sikap Harry yang tidak pernah mencantumkan perusahaan cangkangnya tersebut dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) hingga saat ini.

Baca:  Aa Gym Dikabarkan Meninggal, Asisten: Itu Tidak Benar

Dalam dokumen Panama Papers, Sheng Yue International Limited diduga adalah perusahaan milik Harry Azhar Aziz yang didirikan di yurisdiksi bebas pajak, yang diduga bertujuan menghindari pembayaran pajak kepada negara. Dokumen ini diketahui berasal dari sebuah firma hukum kecil tapi amat berpengaruh di Panama yang bernama Mossack Fonseca. Firma ini memiliki kantor cabang di hongkong.

Firma ini adalah salah satu pembuat perusahaan cangkangĀ  terbaik di dunia. Perusahaan cangkang adalah sebuah struktur korporasi yang bisa digunakan untuk menyembunyikan kepemilikan aset perusahaan.

Banyak sekali penjahat maupun koruptor yang menggunakan modus seperti ini. Jika para petinggi negara apalagi yang berwenang mengaudit keuangan negara membuat perusahaan fiktif di luar negeri yang bebas pajak. Tentu kita patut bertanya, untuk tujuan apa dan duitnya dari mana?

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *