Home » Resensi » Info Film Terbaru » Film Gending Sriwijaya, Upaya Menggali Kejayaan Sriwijaya

Film Gending Sriwijaya, Upaya Menggali Kejayaan Sriwijaya

Gending sriwijaya film tentang Palembang 214x300 Film Gending Sriwijaya, Upaya Menggali Kejayaan SriwijayaFilm Gending Sriwijaya, Menggali Kejayaan Sriwijaya. Film Gending Sriwijaya berlatar tiga abad berlalu sejak Sriwijaya runtuh. Kerajaan-kerajaan kecil bermunculan pada abad ke-16 ini saling berebut kekuasaan. Salah satunya Kedatuan Bukit Jerai, kerajaan kecil dipimpin Dapunta Hyang Mahawangsa (Slamet Rahardjo) dengan permaisuri Ratu Kalimanyang (Jajang C. Noer). Mereka memiliki duaputra, Awang Kencana (Agus Kuncoro) dan Purnama Kelana (Sahrul Gunawan).

Dapunta Hyang sudah memasuki usia tua dan saatnya untuk menyerahkan kepemimpinan kepada putra mahkota, Awang Kencana, dan menyiapkan Purnama Kelana sebagai patih. Namun dengan pertimbangan sulungnya belum matang dan wawasannya tidak seluas sang adik yang baru pulang dari sekolah di Tiongkok, Dapunta Hyang menunjuk Purnama Kelana sebagai penerusnya.

Awang Kencana tidak terima keputusan sang ayah. Menurutnya, singgasana itu adalah haknya, dan tidak pantas kalau adiknya yang bahkan tidak tahu bagaimana memainkan senjata, menjadi penguasa Kedatuan Bukit Jerai. Namun Dapunta Hyang kukuh dengan keputusannya. Tak lama berselang, istana dikejutkan dengan terbunuhnya Dapunta Hyang pada suatu malam.

Di dekat jasadnya tergeletak kalung milik Purnama Kelana. Seketika itu juga Pangeran bungsu, atas perintah Ratu Kalimanyang, ditangkap prajurit istana dan dijebloskan ke penjara. Hanya sebentar Purnama Kelana di penjara. Atas bantuan seorang kolega, dia berhasil melarikan diri
dari penjara dan lolos dari kejaran prajurit istana walau terluka parah di punggung. Pangeran bungsu itu akhirnya tak sadarkan diri di antara semak-semak di hutan.

Sementara itu, di sebuah gua di tengah hutan, hidup gerombolan perampok pimpinan Ki Goblek (Mathias Muchus) bersama keluarga dan pengikutnya. Putri Ki Goblek, Malini (Julia Perez), dan Srudua (Rifnu Wikana) adalah dua orang kepercayaan Ki Goblek dengan kemampuan bela diri yang tangguh. Mereka hidup dengan merampok gerobak-gerobak pengangkut barang yang melewati hutan.

Tak jarang juga gerombolan ini merampok pejabat-pejabat daerah kerajaan yang hidup berfoya-foya padahal rakyatnya mati kelaparan. Sepak
terjang Ki Goblek dan gerombolannya makin hari makin bikin pusing istana. Saat Malini dan adiknya mencari pakis di hutan, keduanya menemukan seorang pemuda dengan luka-luka di punggung.

Mereka membawanya ke gua untuk diobati tanpa tahu bahwa pemuda itu Pangeran Purnama Kelana. Di istana, Awang Kencana dinobatkan sebagai Raja Kedatuan Bukit Jurai setelah 100 hari Dapunta Hyang mangkat. Keinginan terbesarnya kini menghabiskan gerombolan Ki Goblek dengan senjata canggih yang baru didatangkan dari Tiongkok: meriam.

Inilah film Indonesia pembuka 2013: Film Gending Sriwijaya, kisah fiktif yang berlatar belakang kerajaan di Sumatera dengan konflik rumit dan berdarahdarah. Hanung Bramantyo, sang sutradara, mengambil spirit dari lagu Film Gending Sriwijaya yang diciptakan Ahmad Dahlan Mahibat dan Nungcik AR. pada 1943, yakni ingin mengembalikan kejayaan Sriwijaya.

Kerajaan yang mencapai puncak pada abad ke-7 itu akhirnya runtuh akibat serangan berkali-kali dari Kerajaan Chola di India. Lewat Film Gending Sriwijaya inilah Julia Perez tampil mengagetkan. Dia ternyata bisa akting “benaran”! Setelah mondarmandir di film horor-hororan berbau seks, Jupe, demikian dia disapa, kali ini dipaksa habis-habisan menggali kemampuan aktingnya, dan bukan tubuh moleknya.

Tak ada lagi poni rambut berikut gincu menyala yang jadi khasnya. Dadanya pun bertutup kain. Wajah dan tubuhnya dibuat gosong dan dekil, giginya berkarang hitam. Dan mungkin karena bekalnya sebagai pesilat Merpati Putih, adegan tarung Jupe adalah yang paling memukau dibanding pemain lain di Film Gending Sriwijaya.

Adegan tarung memang mengisi separuh Film Gending Sriwijaya yang berdurasi 2 jam 30 menit ini, mengingatkan kita pada saga Saur Sepuh, sandiwara radio yang sangat sukses pada pertengahan 1980-an yang kemudian diangkat ke layar lebar. Adegan tarung berjalan cepat, tidak “berisik”, sekaligus sadis karena memperlihatkan luka terbuka akibat sayatan senjata tajam.

Untuk mengentalkan aura kemasalaluannya, Film Gending Sriwijaya menggunakan bahasa Palembang dari awal sampai akhir, sehingga tak heran jika pekerjaan rumah terberat para pemain yang bukan asal Palembang adalah menghafalkan dialog. Seharusnya Film Gending Sriwijaya adalah film kolosal seperti Saur Sepuh, mengingat plot berikut subplot yang banyak, dan mustahil jika tidak mengerahkan massa yang berperan sebagai rakyat. Namun karena Film Gending Sriwijaya ini sepenuhnya dari APBD Sumatera Selatan, dan dana yang tersedia hanya Rp 9 miliar, maka Hanung tak bisa menghadirkan idealnya film kolosal.

Salah satunya diakali dengan menampilkan animasi berikut narasi untuk menjelaskan jalan cerita yang jika dimainkan aktor, akan butuh massa, misal scene upacara aben Dapunta Hyang, selain untuk menyingkat waktu. Memang jadinya seperti sinetron konflik keluarga kaya saja. Pada beberapa bagian, penonton dibuat bosan dengan adegan tarung yang berlama-lama, yang seharusnya bisa dibereskan saat editing. Yang juga seharusnya ditambahkan adalah subtitle bahasa Indonesia di sepanjang Film Gending Sriwijaya.

Subtitle ada, tapi hanya untuk beberapa kalimat khas Palembang, sedangkan di sebagian besar Film Gending Sriwijaya tidak ada. Akibatnya ada momen sangat penting jadi “lewat” karena penonton tidak paham dialeknya. Film Gending Sriwijaya ini kan tidak hanya diputar di Palembang dan di kota-kota di Pulau Jawa. Jangan sampai di Sorong atau di Halmahera atau di Kupang nanti terdengar juga penonton bertanya, “Heh? Dia bilang apa tadi?” (SIL/YOG/Reporter: Silvia Galikano/detik.com)

Kata Pencarian:

dialog drama kerajaan sriwijaya (4),naskah drama gending sriwijaya (4),gending jawa berdurasi2 menit (4),subtitle gending sriwijaya (3),dialog drama gending sriwijaya (3),vilem gending sriwijaya (3),FILM GENDING SRIWIJAYA (2),skenario cerita kerajaan gending sriwijaya (2),gending sriwijaya2 (2),sandiwara radio runtuhnya sriwijaya (2),naskah drama tentang gending sriwijaya (2),gending sriwijaya guna bahasa apa? (2),teks drama kerajaan sriwijaya (2),pangeran purnama kelana (1),para putri sri wijaya (1),www filim kerajan indo berbau sek (1),Pangeran awang kencana (1),naskah percakapn gending sri wijaya (1),naskah film gending sriwijaya (1),naskah dramatentang sriwijaya (1),gending sriwijaya subtitle (1),Naskah drama sriwijaya (1),naskah drama gending sriwijaya untuk 2 orang (1),pemain gending sriwijaya2 (1),penti pemain wanita film kolosal indonesia (1),upaya dapunta (1),teks gending sriwijaya (1),teks drama gending sriwijaya (1),subtitle indonesia gending sriwijaya (1),sub indo gendhing sriwijaya (1),skenario kerajaan sriwijaya (1),skenario film jawa timur (1),sinopsis film gending sriwijaya 2 (1),sandiwara radio runtuhnya sriwajaya (1),resensi dari film gending sriwijaya (1),putri sriwijaya (1),purnama pangeran sriwijaya (1),purnama kelana raja sriwijaya (1),naskah dialog drama kerajaan sriwijaya (1),naska drama tentang kerajaan sriwijaya ( 6 orang) (1),FILM GENDING SRIWIJAYA MESUM (1),Film gending sriwijaya berbau seks? (1),Film gending sriwijaya 2 (1),ekting memukau pemain dalam film gending sriwijawa (1),drama dialog kerajaan sriwijaya (1),download subtitle gending sriwijaya (1),download gending jawa durasi 3 menit (1),dialog naskah drama gending (1),dialog kerajaan sriwijaya (1),Dialog gending sriwijaya (1)
logo pintu Film Gending Sriwijaya, Upaya Menggali Kejayaan Sriwijaya

Suarakan Pendapatmu

comments

About Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top